Terungkap, Polisi Beber Kronologi Kasus Mutilasi di Sawojajar Kota Malang

Pelaku Kasus Mutilasi di Sawojajar Malang Bungkus Korban di Kasur ke Sungai
Pelaku Kasus Mutilasi di Sawojajar Malang Bungkus Korban di Kasur ke Sungai (blok-a/Agus)

Kota Malang, blok-a.com – Polisi ungkap kronologi mutilasi di sebuah kos di Sawojajar Kota, Malang. Kronologi ini setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan juga pelaku mutilasi Abdurahman.

Kronologi mutilasi di Sawojajar Kota Malang itu bermula saat korban berinisial AP yang kesengsem dengan iklan di media sosial. Iklan di media sosial itu menunjukan ada jasa ilmu guna-guna atau pelet. Sementara penyedia jasa adalah pelaku mutilasi Abdurahman.

“Di media sosialnya, pelaku mengiklankan bahwa memiliki jasa ilmu guna-guna atau pelet. Lalu di bulan Juni 2023, korban menghubungi pelaku karena tertarik dan ingin memakai jasa pelet tersebut,” jelas Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto ditemui awak media, Senin (8/1/2024).

Danang melanjutkan, AP tertarik untuk memakai jasa ilmu pelet itu. AP tertarik untuk melakukan ilmu guna-guna itu untuk membuat seseorang yang AP suka tertarik padanya juga.

Dia pun datang ke kos Abdurahman dan menggunakan jasa itu.

Ilmu pelet itu pun tertanyata dirasa AP tidak mempan. Sebab beberapa bulan setelahnya seseorang yang AP suka, tidak kunjung tertarik kepada AP. Akhirnya pada 15 Oktober 2023 AP ke kos Abdurahman menanyakan keampuhan ilmu pelet tersebut. Namun pertanyaan itu berubah menjadi cekcok dan adu fisik antara AP dan Abdurahman.

“Kemudian dari situ, terjadi cekcok antara korban dan pelaku serta sempat terjadi adu fisik,” tambahnya.

Cekcok berlangsung panas hingga adu fisik. Akhirnya Abdurahman mengambil celurit yang ada di bawah mejanya. Celurit itu digunakannya untuk melukai AP. 2 kali senjata tajam itu menyabet badan AP hingga ia roboh dan meninggal.

“Lalu pelaku mengambil celurit yang ada di bawah meja. Kemudian dibacokkan ke korban sebanyak dua kali hingga korban roboh dan meninggal,” kata Danang.

Keesokan harinya atau 16 Oktober 2023, Abdurahman membeli pisau potong. Pisau potong ini digunakannya untuk mutilasi jasad AP jadi 9 bagian. Potongan badan AP itu lalu dimasukkan ke dalam 3 kantong kresek.

“Ada tiga kantong kresek, kantong pertama berisikan kepala, telapak tangan dan telapak kaki, kresek kedua berisikan pakaian korban bersama pisau potong dan kresek ketiga berupa cincang tubuh korban,” paparnya.

Abdurahman pun langsung membuang dua kantong kresek berisi cincangan tubuh AP dan pisau serta pakaian korban ke sungai dari atas jembatan yang lokasinya tak jauh dari kosnya.

“Setelah itu pelaku mengubur kresek pertama dekat Sungai Bangau,” kata dia.

Itulah kronologi mutilasi di Sawojajar Kota Malang yang bermula dengan laporan hilang pada 15 Oktober 2023 yang mana adalah AP. AP adalah pemilik kafe di Kota Batu dan berasal dari Surabaya. (ags/bob)