Fresh! Band Indie Malang, Fertikal, Rilis Debut Album “Gama”

Trio band indie Malang, Fertikal (blok-a.com)
Trio band indie Malang, Fertikal (blok-a.com)

Malang, Blok-a.comKembali mengulas salah satu band indie Malang. Belakangan banyak band nasional, terutama dari kancah independen yang kembali berani menulis lirik berbahasa Indonesia. Sebut nama-nama seperti Perunggu, The Jansen, Soegi Bornean, solois Raim Laode, sampai band Malang, Mati di Saturnus dan Hallam Foe.

Hal ini secara tak langsung memengaruhi kancah musik lokal, salah satunya pada kemunculan band indie Malang, Fertikal. Digawangi oleh Dharma Yudha (vokal), Rama Satria (gitar), Benny K. Wijaya (bass) sejak 25 November 2022.

Fertikal hadir secara publik, tepat di usia satu hari setelah kelahirannya. Itu terdokumentasi pada postingan pertama akun instagram mereka @fertikalband.

Mengusung musik dengan pengaruh alternative rock dan power pop, band indie Malang yang masih segar ini menawarkan aransemen rock alternatif bernada pop. Lirik sengaja dibumbui dialek ringan sehari-hari, sehingga tidak terlampau rumit untuk dicerna.

Pengaruh musikal yang dikonsumsi para personilnya juga variatif. Mulai dari Foo Fighters, Incubus, Avenged Sevenfold, Mew, The Sigit, Dewa19, Deep Purple, sampai band jepang seperti Galileo Galilei dan Sakanamon.

Pilihan nama Fertikal juga mempunyai alasan tersendiri bagi trio nir-drummer ini.

“Fertikal pakai F adalah celetukan dari beberapa teman kami. Dan kami berpikir, iya juga ya, daripada orang-orang salah tulis jadi Vertical, mending kami jadikan “Fertikal pakai F” menjadi tag kami,” jelas Rama.

Soal maknanya, grup band indie anyar Kota Malang ini menjelaskan. Maknanya juga tidak jauh-jauh dari arti harfiah dari istilah vertikal.

“Maknanya, sebetulnya ya sama seperti arti vertikal, yaitu garis lurus dari bawah ke atas. Sesuai mimpi kita berkembang lebih baik,” tambah Yudha sang vokalis.

Debut Album Gama

Memulai debut juga dimaknai sebagai sebuah perjalanan baru bagi Fertikal. Setelah merilis single Tentang Perjalanan pada 17 Maret 2023, mereka lanjut dengan Gama.

Cover album, Gama (blok-a.com)
Cover album, Gama (blok-a.com)

Karena berlatar belakang sebagai wirausahawan audio, seluruh penggarapan album Gama dilakukan secara mandiri di Rama Project Studio. Ini adalah studio rekaman milik Rama sendiri, di mana Yudha dan Benny juga ikut berkecimpung di dalamnya.

“Gama direkam di Rama Project Studio milik Rama, dan Benny jadi operator rekaman untuk album ini. Hampir semua elemen di album ini dikerjakan oleh kami bertiga saja,” tutur Rama menguak sedikit proses produksi Gama.

Pilihan titel Gama dianggap karena mempunyai makna luhur yang berasal dari bahasa sansekerta.

“Gama berarti perjalanan untuk anak laki-laki dalam bahasa Sanskerta. Lebih luas, bahwa kami bertiga adalah kawanan pria yang pernah tumbuh sebagai anak laki-laki. Dan masih bertumbuh hingga sekarang, dengan cerita kehidupan masing-masing. Yang membawa kami untuk bertekad berkarya, melalui musik yang kami kenal sejak dini,” tutur Yudha mengenai makna judul album debut Fertikal.

Bisa dibilang, 10 lagu di album Gama berisi tentang lika-liku kehidupan laki-laki sejak masa pertumbuhan hingga masa dewasa.

Uniknya, dalam album Gama, Fertikal mencoba mengeksplorasi kata-kata yang tidak baku, misalnya akronim dan istilah-istilah dalam bahasa Jawa. Contohnya pada lagu Sungkan yang jelas menekankan budaya “segan” dalam masyarakat Jawa. Lalu ada pula judul RaDA yang merupakan singkatan “Ragu Dalam Angan”.

Hanya saja, ketika ditanya soal rencana terdekat usai merilis debut album. Fertikal belum mencantumkan agenda tur dalam linimasa proyek mereka. Mereka mengaku lebih fokus pada kegiatan produksi.

“Rencana terdekat adalah bikin video klip Jam Gila. Oh iya, kami sudah ada video klip Garis Kuasa yang mana 100% menggunakan teknologi AI,” ujar Rama.

Meski demikian, bukan berarti mereka tidak memimpikan agenda tur. Masih ada beberapa projek yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan Fertikal berencana untuk kembali meluncurkan rilisan pada akhir tahun ini.

“Rencana selanjutnya mungkin hanya showcase kecil-kecilan bersama teman band lainnya. Sejujurnya kami tidak menargetkan samasekali untuk tur di album ini. Karena nanti setelah video klip Jam Gila rilis, fokus utama kami adalah pembuatan EP/album selanjutnya, untuk dirilis di tanggal 30 Desember 2023. Barulah setelah itu kami merencanakan untuk tur,” Rama menjelaskan timeline Fertikal.

Album Gama dari Fertikal sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming digital yang tersedia di Indonesia. (gni)

IT Support dan editor support, sesekali menulis artikel dengan topik favorit seputar sosial-budaya dan gaya hidup.