Asap Kebakaran TPA Supit Urang Ganggu Warga, Wawali Malang Minta Maaf

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin saat diwawancara awak media pada Kamis (22/10/2026) (foto: blok-a.com/Bob Bimantara Leander)
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin saat diwawancara awak media pada Kamis (22/10/2026) (foto: blok-a.com/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang pada Rabu (22/10/2026) dilaporkan menyebar hingga sejumlah wilayah, mulai dari Tlogomas dan Dinoyo di Kota Malang, hingga Kecamatan Dau dan Karangploso di Kabupaten Malang.

Kebakaran yang memasuki hari kedua pada Kamis (22/10/2026) itu masih dalam proses pemadaman. Petugas terus berupaya mengendalikan api yang membakar tumpukan sampah di area TPA.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengatakan pihaknya telah menerima laporan warga terkait sebaran asap kebakaran, termasuk dari kawasan Tlogomas.

“Kalau semalam kan sudah sampai Tlogomas laporan dari warga, asapnya,” ujar Ali saat meninjau lokasi kebakaran.

Pemkot Malang menyiagakan tim kesehatan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat. Puskesmas juga disiapkan untuk melakukan pemantauan langsung ke lingkungan warga yang terdampak.

“Kita nanti dari Puskesmas sudah siap siaga semuanya untuk aktif keliling di masyarakat apakah ada dampak dari asap kebakaran di Supit Urang ini,” katanya.

Ali juga mengimbau masyarakat agar menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap kebakaran.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat Kota Malang, mengimbau juga karena ada kejadian ini untuk keluar rumah memakai masker, baik di semua tingkatan umur biar tidak terpapar hal-hal yang tidak kita inginkan dari efek asap itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, proses pemadaman masih menghadapi kendala lantaran api telah masuk ke bagian dalam tumpukan sampah. Pemerintah menyiapkan metode injeksi air serta penggunaan ekskavator untuk membongkar bagian yang masih menyimpan bara api.

“Tidak bisa langsung kemudian asal semprot dari atas dan kemudian menyelesaikan karena ini sudah masuk,” kata Ali.

Ia menyebut, area yang terbakar diperkirakan mencapai delapan hektare dari total luas landfill sekitar 32 hektare.

“32, yang terbakar 8 hektare, sekitar 8 hektare,” ujarnya.

Ali menambahkan, pemerintah masih mengoordinasikan kebutuhan peralatan untuk mempercepat pemadaman bersama jajaran Forkopimda dan pihak terkait.

“Kita belum bisa menjanjikan kapan selesainya,” tandasnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.