Kota Malang, blok-a.com – Jumlah pengangguran di Kota Malang sudah relatif menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Dinas Ketenagakerjaan PMPTSP Kota Malang mengupayakan beberapa hal untuk mengurangi angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di tahun 2023 ini.
Tahun 2022 lalu, Disnaker melaksanakan pelatihan-pelatihan untuk menciptakan tenaga kerja terlatih yang akan bekerja baik di sektor formal maupun wirausaha baru.
“Selain itu kita juga bekerjasama dengan BLK-BLK Provinsi Jawa Timur dan Kemenaker dengan mengirimkan pencari kerja dan korban PHK untuk mengikuti pelatihan skilling, up-skilling, dan re-skilling beserta sertifikasi kompetensi,” ujar Kepala UPT Dinas Ketenagakerjaan PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan.
Dirasa efektif, cara tersebut akan digunakan kembali untuk mengurangi angka TPT di Kota Malang.
“Kami juga akan melakukan cara yang sama seperti tahun 2022 untuk diterapkan Kembali di tahun 2023,” ujar Arif.
Di tahun 2023 ini, Disnaker akan rutin melaksanakan kegiatan Job Canmvasing (pencarian lowongan pekerjaan dan pemasaran pencari kerja di Perusahaan) guna memaksimalkan pemberian informasi pasar kerja melalui website maupun media sosial.
Untuk di bidang perijinan, pihak Disnaker akan mengusahakan untuk memberikan kemudahan layanan perijinan baik online maupun offline.
“Kami akan berusaha untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat terkait layanan perijinan baik online maupun offline,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, pada tahun 2022 lalu tingkat pengangguran di Kota Malang mencapai 7,66 persen.
Sementara untuk Jawa Timur dan Indonesia tingkat pengangguran di bawah 6 persen. Tingkat pengangguran 7,66 persen itu dihitung dari angkatan kerja pada tahun 2022 yang mencapai 452.836.
Angkatan kerja di Kota Malang yang mencapai ratusan ribu itu terdapat 34.678 jiwa yang menganggur.
(len/bob)







