Dishub Kabupaten Malang Petakan Titik Rawan Macet Jelang Nataru

Kepala Dishub Kabupaten Malang, Eko Margianto petakan titik kemacetan jelang libur Nataru (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Dishub Kabupaten Malang, Eko Margianto petakan titik kemacetan jelang libur Nataru (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang memetakan sejumlah titik rawan kemacetan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Lonjakan volume kendaraan diprediksi terjadi seiring meningkatnya pergerakan wisatawan menuju kawasan wisata unggulan, seperti Kota Batu, Gunung Bromo, hingga Pantai Selatan.

Kepala Dishub Kabupaten Malang, Eko Margianto, menyebut wilayah utara Kabupaten Malang menjadi salah satu fokus utama penguraian arus lalu lintas, khususnya di kawasan Karanglo yang menjadi simpul pertemuan arus dari tol dan jalur menuju Kota Batu.

“Kalau di wilayah utara yang jelas Karanglo. Karanglo ke barat, di Karangploso, di depan Gluther Kapas. Karena ini jalur wisata ke Batu dan long weekend cukup panjang, tingkat kunjungan ke Batu juga tinggi,” kata Eko Senin (22/12/2025).

Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub telah menyiapkan jalur alternatif di sejumlah titik. Dari Karanglo ke arah barat, pengendara dapat diarahkan melalui pertigaan Masjid Kembar hingga Karangploso. Sementara kendaraan menuju Batu dapat dialihkan ke jalur Ngijo hingga tembus kawasan Donowarih dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

“Alternatif ini sudah rutin digunakan. Tapi tetap kami pasangi rambu dan penunjuk arah agar masyarakat tidak bingung,” terangnya.

Sementara itu, untuk wilayah timur, kepadatan diprediksi terjadi di jalur menuju kawasan Bromo, terutama di Gubugklakah. Dishub bersama kepolisian menyiapkan jalur alternatif melalui wilayah Pakis guna mengurangi penumpukan kendaraan.

Khusus kendaraan wisatawan yang akan menuju Bromo, Dishub bersama Polres Malang dan TNBTS menerapkan kebijakan pengendalian arus dengan sistem penampungan di rest area.

“Seluruh kendaraan yang ke Bromo wajib masuk ke rest area Gubugklakah. Ini untuk mengatur kapasitas kendaraan ke atas agar tidak menumpuk dan rawan kecelakaan,” beber Eko.

Selain Gubugklakah, pengendalian juga dilakukan dari bawah melalui rest area Wringinanom dan pengawasan ketat di wilayah Tumpang. Sistem buka-tutup dan pengaturan bergantian akan diterapkan menyesuaikan volume kendaraan.

Untuk wilayah selatan Kabupaten Malang, Dishub menerangkan tidak ada jalur alternatif tambahan. Penguraian kepadatan dilakukan melalui rekayasa lalu lintas di sejumlah simpang rawan, seperti Kebonagung, Jalibar, hingga Talangagung.

“Di selatan hanya rekayasa lalu lintas. Di perempatan Talangagung nanti lampu lalu lintas akan kita atur sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Dalam Operasi Lilin Semeru 2025, Dishub Kabupaten Malang menyiapkan tim pengurai kemacetan mobile yang bersifat on call dan berada di bawah kendali Satlantas Polres Malang.

“Tim urai mobile ada tujuh, ditambah tim gabungan dari Polres. Mereka siap bergerak kapan saja sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkas Eko. (yog/bob)