Dishub Kota Malang Siapkan Rerouting Angkot, Sesuaikan Perkembangan Kawasan Perumahan

Ilustrasi armada angkot Kota Malang. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Ilustrasi armada angkot Kota Malang. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan penataan ulang jalur angkutan kota (angkot) melalui skema rerouting untuk menyesuaikan perkembangan wilayah dan kebutuhan masyarakat. Penataan ulang itu untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat terkait dengan pelayanan rute angkot di Kota Malang.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan penataan tersebut tidak masuk dalam pembahasan Peraturan Daerah (Perda) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), melainkan akan dilakukan secara teknis oleh Dishub. Namun, pelaksanaan tersebut masih menunggu peluncuran angkutan pelajar yang ditargetkan rampung Mei 2026 ini.

“Kalau pengaturan trayek itu nanti pelaksanaannya di kami. Setelah peluncuran angkutan pelajar ini, segera kita lakukan,” ujar Widjaja saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Pria yang akrab disapa Jaya ini menambahkan, trayek angkot yang ada saat ini sudah tidak lagi relevan dengan kondisi perkembangan Kota Malang karena sebagian besar masih mengacu pada jalur yang disusun sejak 1989.

“Trayek yang ada sekarang dibuat tahun ’89 dan belum memfasilitasi kondisi existing sekarang,” tambahnya.

Ia mencontohkan banyak kawasan perumahan baru yang hingga kini belum terlayani angkutan umum.

“Misalnya perumahan-perumahan di Sawojajar, apakah semuanya sudah dimasuki angkutan kota? Kan belum,” jelasnya.

Karena itu, Dishub Kota Malang tengah menyiapkan kajian teknis untuk membuka jalur baru agar layanan angkutan umum dapat menjangkau lebih banyak kawasan permukiman.

“Kajian sebenarnya sudah ada, tinggal implementasinya nanti kita diskusikan lagi dengan teman-teman angkutan kota,” ujarnya.

Jaya menyebut konsep rerouting dilakukan dengan membuat trayek atau jalur baru yang disesuaikan perkembangan kota.

“Harapannya masyarakat bisa menikmati angkutan umum semuanya,” bebernya.

Meski demikian, penambahan jalur nantinya tetap mempertimbangkan kelas jalan dan kondisi lingkungan sekitar. Jaya akan segera memetakan trayek mana yang nantinya akan dilewati oleh angkot ini.

“Tidak semua jalan bisa dilewati. Ada kelas-kelas jalannya, dan tentu tidak mungkin angkutan masuk ke kampung-kampung kecil,” pungkasnya. (yog/bob)