Wali Kota Malang Siapkan Kurikulum Muatan Lokal Sejarah TRIP untuk SD dan SMP

Wali Kota Malang Siapkan Kurikulum Muatan Lokal Sejarah TRIP untuk SD dan SMP
Wali Kota Malang saat menerima buku jejak sejarah perjuangan TRIP dari Mayjen TNI Purn Gadang Pambudi (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan kurikulum muatan lokal tentang sejarah perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) untuk jenjang SD dan SMP. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengenalkan kembali sejarah perjuangan para pelajar kepada generasi muda.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat usai dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan MAS TRIP Jawa Timur saat menghadiri Renungan Suci Mengenang 79 Tahun Peristiwa Pertempuran Jalan Salak Pejuang TRIP, Kamis (30/7/2026) malam.

Wahyu mengatakan, penyusunan materi pembelajaran berangkat dari hasil evaluasi dan lokakarya yang menunjukkan masih banyak siswa yang belum mengenal sejarah perjuangan TRIP.

“Pada saat kami mengadakan lokakarya beberapa tahun yang lalu, kami sempat bertanya kepada siswa SD dan SMP dan tidak banyak yang tahu tentang perjuangan TRIP. Akhirnya, kami sepakat untuk membuat satu materi pembelajaran,” ujarnya.

Saat ini, materi pembelajaran tersebut tengah difinalisasi dan ditargetkan selesai pada tahun ini. Setelah rampung, Pemkot Malang akan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar penerapan kurikulum muatan lokal di sekolah.

“Untuk materi ini, insyallah akan selesai di tahun ini. Nanti akan saya buatkan Perwali untuk menjadi kurikulum muatan lokal di SD dan SMP,” terangnya.

Selain memasukkan sejarah TRIP ke dalam kurikulum, Pemkot Malang juga berencana menetapkan 31 Juli sebagai Hari Peringatan Tentara Republik Indonesia Pelajar di tingkat daerah.

Menurut Wahyu, pihaknya masih akan berkoordinasi terkait payung hukum penetapan hari peringatan tersebut, apakah cukup melalui Perwali atau memerlukan persetujuan DPRD Kota Malang.

“Tanggal 31 Juli akan kami jadikan salah satu hari besar di tingkat daerah, yaitu Hari Peringatan Tentara Republik Indonesia Pelajar. Kalau memang cukup dengan Perwali, kami akan segera terbitkan Perwali-nya,” katanya.

Ia menambahkan, apabila kurikulum muatan lokal telah diterapkan, peringatan setiap 31 Juli diharapkan menjadi agenda rutin di seluruh sekolah melalui pelaksanaan upacara.

“Karena nantinya sudah ada muatan lokal dalam kurikulum yang menjadi kewajiban siswa. Sehingga tentunya, tiap tanggal 31 Juli harus diperingati sebagai hari besar tingkat daerah dengan melaksanakan upacara,” bebernya.

Sementara itu, Pembina MAS TRIP Jawa Timur, Mayjen (Purn) Gadang Pambudi, mengapresiasi komitmen Pemkot Malang dalam menjaga warisan sejarah perjuangan TRIP. Menurutnya, peran pemerintah daerah sangat penting karena peristiwa Pertempuran Jalan Salak yang kini dikenal sebagai Jalan Pahlawan TRIP terjadi di Kota Malang.

Ia juga menyambut baik rencana memasukkan sejarah TRIP ke dalam kurikulum muatan lokal. Menurutnya, langkah tersebut akan membantu generasi muda memahami perjuangan para pelajar yang ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Anak-anak sekarang kalau masuk museum, sering kali belum mengerti apa itu TRIP. Dengan adanya kurikulum terkait hal ini, harapannya edukasi sejarah bisa diserap dengan baik dan menumbuhkan rasa bangga sebagai pelajar,” ungkapnya.

Gadang menilai semangat para anggota TRIP patut menjadi teladan bagi pelajar masa kini. Jika dahulu para pelajar berjuang mengangkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan, kini semangat yang sama dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu.

“Dulu anak-anak SMP berjuang menuntut kemerdekaan, tetapi sekarang berjuang menuntut ilmu. Keteladanan dan nilai-nilai semangat inilah yang perlu dikenal dan diwarisi oleh adik-adik kita,” tandasnya. (bob)

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.