Pemkab Malang Resmi Hibahkan Lahan 18 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

Pemkab Malang Resmi Hibahkan Lahan 18 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (prokopim)
Pemkab Malang Resmi Hibahkan Lahan 18 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (prokopim)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang resmi menghibahkan lahan seluas kurang lebih 18 hektare kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Penandatanganan perjanjian hibah tanah tersebut dilakukan bersama 17 pemerintah kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Penandatanganan berita acara hibah dilaksanakan di Manyar Ballroom, Hotel Episode Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (30/7/2026) kemarin. Pemerintah Kabupaten Malang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, mewakili Bupati Malang HM Sanusi.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, mengatakan penandatanganan hibah menjadi tahapan penting dalam percepatan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di berbagai daerah.

Kabupaten Malang menjadi salah satu lokasi proyek percontohan SNT di Jawa Timur. Sekolah tersebut akan dibangun di kawasan Polaman, Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, dengan target mulai beroperasi pada 2027.

Menurut Gogot, Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029.

Ia menjelaskan, SNT dirancang sebagai satuan pendidikan berstandar nasional yang terintegrasi sekaligus menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di daerah. Berbagai fasilitas modern akan disiapkan, mulai dari smart classroom, green school, laboratorium, perpustakaan modern, studio seni kreatif, pusat pengembangan guru, fasilitas olahraga, hingga layanan transportasi antar-jemput di dalam wilayah kabupaten.

“SNT juga akan mengembangkan tiga lapis kurikulum, yaitu kurikulum nasional sebagai fondasi, kurikulum kekhasan sekolah sebagai penguat, serta kurikulum berbasis konteks lokal sesuai karakteristik masing-masing daerah. Dengan demikian, setiap SNT akan memiliki keunggulan yang berbeda, seperti bidang pertanian, perikanan, koding dan kecerdasan artifisial, maupun potensi unggulan lainnya,” jelas Gogot.

Pada 2026, pemerintah pusat menargetkan pembangunan SNT di 37 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Malang. Sebanyak 17 lokasi ditargetkan mulai memberikan layanan pada Tahun Ajaran 2026/2027, sedangkan 20 lokasi lainnya memasuki tahap pembangunan tahun ini dan dijadwalkan mulai menerima peserta didik baru pada 2027.

Penetapan lokasi pembangunan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengusulan, telaah dokumen, verifikasi dan validasi lapangan, hingga konfirmasi kesiapan lahan bersama pemerintah daerah. (yog/bob)

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.
Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.