Dua Titik Pemberhentian Trans Jatim di Kota Malang Dihapus, Ini Alasannya

Dua Titik Pemberhentian Trans Jatim di Kota Malang Dihapus, Ini Alasannya
Dua Titik Pemberhentian Trans Jatim di Kota Malang Dihapus, Ini Alasannya (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Dua titik pemberhentian Bus Trans Jatim di kawasan Tlogomas, yakni di depan MAN 1 Kota Malang dan seberangnya resmi dihapus. Terlihat sudah tidak ada lagi plang yang menunjukkan bus stop untuk Trans Jatim. Di lokasi tersebut. cuma ada kerangka besi saja.

Hilangnya dua titik lokasi pemberhentian ini viral di media sosial setelah warganet mengunggah dengan caption “Warga Pertanyakan Halte Transjatim Dinoyo dan Tlogomas Yang Tiba-tiba Hilang”.

Menanggapi itu, Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, mengatakan penghapusan dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan utama. Cito menambahkan keputusan ini diambil setelah melalui evaluasi teknis serta kesepakatan antara sejumlah pihak.

“Hasil evaluasi dengan stakeholder wilayah yakni jarak rambu antara Tlogomas 1 dan 2 dengan rambu Dinoyo 1 dan 2 itu berdekatan,” ujar Cito saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).

Selain faktor jarak yang dinilai terlalu dekat, lanjut dia jumlah penumpang naik dan turun di kedua titik tersebut juga relatif rendah.

“Jumlah rata-rata naik dan turun di rambu Tlogomas 1 dan 2 cenderung rendah, rata-rata per hari sekitar 6 sampai 17 penumpang, baik weekend maupun weekday,” jelasnya.

Cito mengungkapkan, penghapusan tersebut juga menindaklanjuti surat permohonan dari Forum Komunikasi Angkutan Kota Malang yang kemudian dibahas bersama Dinas Perhubungan Kota Malang selaku pihak yang berwenang di wilayah tersebut serta Organda Malang.

Ia mengakui, pada awalnya permohonan penghapusan sempat ditolak karena dinilai demand masih cukup tinggi.

“Surat pertama kami tolak karena demand tinggi,” ungkapnya.

Namun dalam pengajuan berikutnya, keputusan berubah setelah ada kesepakatan lintas pihak dan evaluasi ulang terhadap jumlah penumpang. Salah satu alasan penghapusan tersebut yakni untuk melanjutkan layanan Transjatim dan meredam resistensi.

“Surat yang kedua kami setujui karena atas kesepakatan beberapa pihak dari Pemkot maupun Organda, dan demand juga tidak terlalu tinggi dibanding massa yang menolak,” jelas Cito.

Dengan penghapusan dua titik tersebut, operasional Trans Jatim di koridor Tlogomas–Dinoyo diharapkan tetap berjalan optimal tanpa menimbulkan konflik dengan angkutan kota yang telah lebih dulu beroperasi di kawasan tersebut.

“Dishub Jatim memastikan layanan Trans Jatim tetap melayani masyarakat melalui titik pemberhentian terdekat yang masih aktif,” pungkasnya. (yog/bob)