Kota Malang, blok-a.com – Taman di Alun-alun Tugu Kota Malang kembali rusak imbas dari Festival Malang Flower Carnival (MFC) 2024 Minggu (25/8/2024) kemarin.
Festival MFC ini biasanya digelar di sepanjang Jalan Besar Ijen, Kecamatan Klojen ataupun di Kayutangan Heritage. Namun untuk tahun ini digelar di depan Balaikota Malang atau di area Alun-alun Tugu Kota Malang.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Laode KB Al Fitra, mengatakan memang sebelumnya penyelenggara MFC sudah menginformasikan terkait pelaksanaan yang berpindah di depan Balai kota Malang atau sekitar area taman Alun-Alun Tugu pada tahun ini. Dengan hal tersebut maka pihaknya sudah mengimbau untuk melaksanakan rekomendasi izin yang sudah disampaikan oleh DLH.
“Memang pada tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan di Jalan Ijen atau kayutangan heritage, penyelenggara sudah menginformasikan untuk tahun ini berpindah kesini. Dan pihak kami sudah memberi rekomendasi izin dengan tetap menjaga sekitar area Taman dengan memberi barikade pengamanan,” kata Laode.
Namun pada pelaksanaannya ternyata tidak ada barikade pengamanan untuk sekitar area Tugu sesuai yang sudah DLH sampaikan. Laode menyesalkan hal ini bisa terjadi. Kerusakan di area taman tugu seharusnya bisa di antisipasi jika penyelenggara mengindahkan rekomendasi izin yang sudah disampaikan oleh DLH Kota Malang. Yakni dengan memasang barikade pengamanan di sekeliling area taman tugu.
“Seharusnya panitia penyelenggara mempunyai kewajiban untuk melaksanakan rekomendasi izin yang sudah DLH sampaikan,” kata Laode.
Dilihat di video dari akun resmi Instagram DLH Kota Malang, memang terlihat penonton MFC berjalan di atas taman untuk menghindari desakan dari penonton yang lain. Bahkan terlihat juga menggelar tikar diatas tanaman dan bunga-bunga yang berada di area taman tugu.
Imbas dari membludaknya penonton festival MFC, mengakibatkan taman dan bunga yang berada di area taman tugu mengalami rusak parah. Bahkan terlihat ada tanaman yang terlihat gundul bekas injakan-injakan dari penonton.
“Yang di depan balai kota bisa dilihat kerusakannya seperti apa,” tambahnya.
Menurut Laode, untuk langkah pertama pihaknya akan berkomunikasi dengan penyelenggara MFC, terkait dengan melubernya penonton yang berimbas rusaknya sekitar area taman dikarenakan tidak ada barikade pengamanan yang direkomendasikan dari DLH Kota Malang.
“Rencananya, nantinya kita akan bersurat kepada penyelenggara. Terkait dengan melubernya penonton, hingga terinjak-injaknya taman di area tugu,” terangnya.
Untuk saat ini, pihaknya akan melakukan intervensi dan observasi. Terkait dengan bagaimana nantinya memperbaiki area yang rusak di taman Tugu Kota Malang ini. (mg1/bob)








