Kota Malang, blok-a.com – Fauzul Rizal Sutikno, pakar tata kota dan dosen dari Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Brawijaya (UB). Secara suka rela membocorkan satu jurus branding untuk Kota Malang agar dapat menembus kelas internasional.
Sosok yang akrab disapa Rizal itu menekankan bahwa pemerataan fasilitas pejalan kaki atau pedestrian way adalah branding yang lebih baik untuk Kota Malang, daripada sekadar membangun kawasan wisata.
“Ada satu standar internasional yang dipakai secara luas. Namun Indonesia belum masuk ke dalamnya. Indonesia memiliki standar sendiri, dan jika diterapkan dengan benar, kota-kota kita bisa terlihat cantik,” ungkap sosok yang akrab disapa Rizal itu.
Standar tersebut dinamakan walkability index, di mana sudah diterapkan di kota-kota di luar negeri. Sebut saja seperti di Liverpool, Amsterdam, Sydney, dan Madrid di Spanyol.
Sejauh in belum ada kota di Indonesia yang masuk ke dalam indeks tersebut. Sementara Kota Malang sendiri punya mimpi panjang untuk dapat menjadi kawasan metropolitan. Maka dari itu, ia menyarankan agar Kota Malang mulai mempertimbangkan untuk ‘mencicil’ upaya menerapkannya.
Ia menyebut, Kota Malang sebenarnya punya potensi besar untuk menjadi kota yang layak jalan dan lebih ramah pejalan kaki. Karenanya, kota ini sangat berpotensi untuk mulai menetapkan branding di segi ini.

Hal ini tak lepas dari penilaian sebuah kota yang akan semakin tinggi, setelah bisa masuk ke dalam daftar tersebut. Menurut Rizal, sebuah kota yang berhasil masuk ke dalam walkability index, citra kota tersebut juga akan lebih baik dan memperoleh dampak positif darinya.
“Indikatornya sebenarnya simpel, yaitu aksesbilitas, keamanan, dan kenyamanan. Jika teman-teman dari Pemkot ingin melakukan branding kota, daftarlah ke walkability index internasional,” sarannya.
Menjelang pemilihan wali kota yang akan datang, Rizal pun memberikan satu saran kepada para calon pemimpin Kota Malang. Terutama yang berminat untuk menjadikan pedestrian way sebagai materi kampanye.
Ia menitipkan pesan kepada calon kepala daerah Kota Malang yang sebentar lagi akan terjun di kontestasi pemilihan kepala daerah. Menurutnya, pedestrian way atau fasilitas pejalan kaki akan menjadi poin jualan yang menarik.
“Habis ini, kan pemilihan wali kota. Bapak-bapak calon wali kota, jualan branding-nya pedestrian way, Pak. Mantap, Pak. Bapak janjiin jalan-jalan utama kita ada pedestrian way yang menerus, itu sudah sangat bagus. Karena berbeda dengan sanitasi yang tidak terlihat, fasilitas pejalan kaki bisa menjadi materi branding yang jelas dan menarik,” pungkasnya. (art/gni)








