Hendak Disembelih, Petugas DKPP Kota Blitar Temukan Sapi Kurban Suspek PMK

Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. (blok-a.com/Fajar)
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com –  Di hari Raya Idul Adha 1445 H ini, petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menemukan seekor sapi kurban yang suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Beruntung sapi tersebut belum sampai disembelih. Pemilik sapi kurban suspek PMK pun, langsung mengisolasi sapi tersebut.

Total petugas yang diterjunkan untuk memantau kesehatan hewan kurban ini sebanyak 60 orang. Mereka melakukan pemantauan hewan kurban selama 4 hari, mulai Senin (17/06/2024) hingga Rabu (20/06/2024).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh mengatakan, sapi yang suspek dan positif PMK memang tidak boleh dikonsumsi manusia.

Adapun ciri ciri sapi yang terjangkit PMK adalah demam, mengeluarkan air liur banyak, pincang, hingga berat badan menurun.

“Kemarin, kami menemukan satu ekor sapi yang hendak dipotong terindikasi terkena PMK dan langsung diganti. Kami hanya menemukan satu ekor pada sapi yang terindikasi PMK,” kata Dewi Masitoh, Rabu (19/06/2024).

Dewi Masitoh menandaskan, selain menemukan hewan kurban yang suspek PMK, petugas kesehatan hewan juga menemukan ratusan hati sapi dan kambing yang positif mengandung cacing pita.

“Total ada 128 ekor sapi yang hatinya terdeteksi mengandung cacing pita. Dan pada kambing, petugas menemukan 88 ekor yang positif mengandung cacing pita. Hati sapi dan kambing yang positif mengandung cacing pita ini pun langsung dibuang oleh petugas,” tandasnya.

Ditambahkannya, sementara untuk daging sapi dan kambing tetap bisa dikonsumsi oleh warga.

“Pada kasus cacing pita ini, yang dibuang hanya bagian organ yang didapati cacing pita saja, sedangkan untuk daging masih aman dikonsumsi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewi menyampaikan, petugas juga menemukan penyakit radang paru-paru pada sapi dan kambing yang dipotong.

“Sapi yang terkena radang paru-paru ada 2 ekor, dan 21 ekor ada pada kambing,” pungkas Kepala DKPP Kota Blitar. (jar/lio)