PMI Kabupaten Malang Punya 3 Gedung Baru

Gendung Markas PMI Cabang Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Gendung Markas PMI Cabang Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com PMI Cabang Kabupaten Malang peringati Hari Palang Merah Internasional dengan meresmikan tiga gedung sekaligus, pada Rabu (8/5/2024).

Ketiga gedung tersebut diresmikan usai dilakukan renovasi beberapa waktu lalu, dianataranya yakni Gedung Markas PMI yang berlokasi di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Kemudian, juga dua Unit Transfusi Darah (UTD) yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen dan Lawang, Kabupaten Malang.

Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo mengungkapkan, dengan adanya perismian gedung baru ini PMI Cabang Kabupaten Malang dirasa memiliki kinerja yang cukup baik. Terlebih, proses pembangunannya dilakukan secara mandiri.

“PMI Kabupaten Malang ini kan sudah bagus, jadi harus dipertahankan. Sekarang capainnya sudah bagus, semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” ucap Imam saat ditemui usai peresmian di Kantor Markas PMI Cabang Kabupaten Malang, Rabu (8/5/2024).

Selain digunakan untuk menunjang pelayanan, pembangunan ini juga digunakan untuk meraih akreditasi dengan kategori tinggi dengan nilai sempurna di atas 80.

“Saat ini, semua organisasi dan satuan itu diakreditasi dan dilihat kemampuannya. Kalau nilainya di bawah 70 itu berarti jelek. Jadi harus di atas 70. Kalau bisa di atas 90 seperti Cabang Ponorogo,” ujar Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo.

Terpisah, Ketua PMI Kabupaten Malang, Jajuk Rendra Kresna menyebut ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk akreditasi.

Salah satunya adalah gedung PMI harus bisa mendukung proses pengelolaan darah yang sudah didonorkan masyarakat. Pengelolaan ini nantinya juga akan memilah mana darah yang layak dan yang tidak layak.

“Bagaimana gedung itu nanti (memiliki fasilitas) untuk darah itu berproses. Dari mana sampai ke mana itu harus ada di sana,” kata Jajuk.

Lebih lanjut, istri mantan Bupati Malang itu mengatakan renovasi yang dilakukan di gedung UTD di Kecamatan Lawang itu dilakukan untuk mempermudah para pendonor darah yang berada di wilayah utara Kabupaten Malang.

Kendati demikian, proses pengelolaan darah masih dilakukan di Kepanjen karena alat-alatnya sangat mahal.

“Untuk mengelola obat tetap di Kepanjen mengingat alatnya sangat mahal. Kami ini kan mandiri, kalau ngomongin biaya, ya besar,” jelasnya.

Selain tiga gedung tersebut, Jajuk juga berencana mendirikan gedung untuk para relawan yang tergabung. Gedung tersebut digunakan untuk memberi wadah bagi 3 ribu relawan yang hendak berdiskusi dan berkoordinasi terkait kegiatan-kegiatan mereka.

“Kami masih punya satu tanggungan gedung yang akan kami persembahkan untuk relawan. Tanpa mereka, kami tidak bisa apa-apa,” pungkasnya. (ptu)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?