Sambut Tahun Baru Imlek, Umat di Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Gelar Ritual Sung Sien

Umat Khonghucu saat melakukan ritual Sung Sien di Kelenteng Eng An Kiong, Kota Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Umat Khonghucu saat melakukan ritual Sung Sien di Kelenteng Eng An Kiong, Kota Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Umat Khonghucu menggelar ritual Sung Sien di Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Rabu (11/2/2026), sebagai bagian dari rangkaian ibadah menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026. Pada perayaan Imlek tahun ini, pihak klenteng meniadakan sejumlah agenda, termasuk Cap Go Meh, karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Ritual Sung Sien sendiri merupakan sembahyang untuk mengantar para dewa ke langit. Tradisi ini dilaksanakan setiap tanggal 24 bulan ke-12 dalam penanggalan Lunar, dan menjadi bagian penting dari persiapan spiritual umat Khonghucu menjelang tahun baru.

Ketua Agama sekaligus Wakil Ketua Umum Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Herman Subianto, mengatakan rangkaian Imlek telah dimulai dengan sembahyang bersama dan ritual pembersihan rupang atau patung-patung dewa.

“Rangkaian Imlek sudah dimulai hari ini. Seminggu sebelumnya, kami juga mengadakan doa bersama dan bersih-bersih klenteng,” kata Herman, Rabu (11/2/2026).

Usai sembahyang bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan seluruh area klenteng dan penyucian rupang. Sebanyak 33 hingga 36 rupang dibersihkan secara bergantian oleh jemaah dan petugas klenteng.

“Tujuannya agar saat Imlek nanti semua ruangan dan rupang sudah bersih,” ujarnya.

Ibadah berlangsung khidmat dan tertib. Jemaah yang hadir berasal dari Kota Malang dan sejumlah daerah sekitar, dengan jumlah mencapai 75 orang.

Selain itu, lanjut Herman, sejumlah kegiatan yang biasanya memeriahkan Imlek tahun ini, seperti Cap Go Meh dan pertunjukan Wayang Potehi akan ditiadakan sebagai bentuk penyesuaian karena waktunya berdekatan dengan Ramadan.

“Lontong Cap Go Meh tetap ada, tapi hanya internal. Tidak mengundang masyarakat luas seperti biasanya,” jelasnya.

Rangkaian ibadah Imlek di Klenteng Eng An Kiong akan ditutup dengan sembahyangan Jie Shen atau penyambutan kembali para dewa pada hari keempat setelah Imlek.

Sementara itu, Staf Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan menambahkan, ritual Sung Sien dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa yang diyakini akan kembali ke istana langit untuk menyampaikan laporan selama satu tahun terakhir.

“Dalam kepercayaan kami, para dewa naik ke istana langit untuk melaporkan segala perbuatan manusia selama satu tahun terakhir. Hari ini kami mengantarkan, dan nanti empat hari setelah Imlek ada ritual Ci Sien untuk menyambut mereka kembali,” ujar David. (ber)