Kota Malang, blok-a.com – Signage bertuliskan “Kayutangan Heritage” di Bundaran Kayutangan, Kota Malang, sudah tidak terlihat dalam beberapa hari terakhir. Signage berwarna merah yang biasanya menjadi salah satu penanda kawasan tersebut telah dilepas seluruhnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tulisan “Kayutangan” yang sebelumnya berada di sisi selatan bundaran sudah tidak terpasang. Begitu pula tulisan “Heritage” yang berada di sisi utara.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, membenarkan bahwa signage tersebut memang sengaja dilepas.
Pria yang akrab disapa Raymond itu mengatakan, signage dilepas setelah diduga mengalami kerusakan saat kegiatan HUT Arema. Pelepasan seluruh bagian signage dilakukan karena proses perbaikannya membutuhkan waktu.
“Iya. Sempat dirusak sehingga karena perbaikannya membutuhkan waktu, dilepas semua,” kata Raymond.
Menurut Raymond, signage tersebut nantinya akan dipasang kembali. Namun, DLH Kota Malang tidak serta-merta mengembalikan desain lama. Saat ini, pihaknya masih mempertimbangkan kemungkinan menggunakan model baru yang dinilai lebih kuat.
“Eh, ini sambil mencoba eh mungkin ada model yang lain yang lebih kuat,” ujarnya.
Raymond menjelaskan, signage sebelumnya memiliki sejumlah bagian yang mudah mengalami kerusakan. Salah satunya karena konstruksi tulisan yang berkaitan dengan lampu.
“Kalau yang kemarin itu kan karena dari lampu itu tuh, Mas. Jadi gampang rusak. Yang sebelumnya kan tulisannya Kayutangan Heritage. Heritage-nya sudah rusak duluan,” jelasnya.
Selain bagian “Heritage” yang lebih dulu mengalami kerusakan, beberapa huruf pada signage tersebut juga pecah. Raymond menyebut ada sekitar tiga atau empat huruf yang mengalami kerusakan hingga akhirnya seluruh signage dilepas.
“Terus kemarin ada tiga atau empat huruf itu yang pecah, sehingga diambil semua,” katanya.
Ia memastikan keberadaan signage sebagai penanda kawasan Kayutangan tetap akan dipertahankan. Hanya saja, bentuk atau model yang nantinya digunakan masih dalam tahap pembahasan.
“Iya, sambi nanti kita lihat model yang pas. Kalau kemarin kan kayaknya tulisannya terlalu besar itu,” ujar Raymond.
Raymond belum dapat memastikan kapan signage tersebut akan kembali terpasang. Saat ini, pihaknya masih melihat model yang paling sesuai, sekaligus mempertimbangkan desain yang lebih kuat agar tidak mudah mengalami kerusakan.
“Nah, nanti masih eh sama teman-teman dicoba dulu,” tandasnya. (bob)








