Tradisi Manten Tebu Awali Musim Giling 2024 Pabrik Gula RMI Blitar

Pabrik Gula (PG) PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Desa Rejoso Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar menggelar tradisi manten tebu. (blok-a.com/Fajar)
Pabrik Gula (PG) PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Desa Rejoso Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar menggelar tradisi manten tebu. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Pabrik Gula (PG) PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Desa Rejoso Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar menggelar tradisi manten tebu.

Prosesi manten tebu tersebut sebagai tanda dimulainya musim giling tahun 2024 pabrik gula PT RMI.

Bak ritual adat Jawa, pengantin perempuan dan laki-laki membawa pohon tebu wadon (wanita) dan lanang (lelaki) untuk dipersatukan oleh dukun di atas pelaminan.

Pengantin wanita juga turut memecahkan telur dan membasuh bagian bawah pohon tebu lanang.

Usai prosesi pengantin tebu, kedua tebu tersebut, dibawa menuju mesin penggilingan.

Kemudian tebu pengantin dilempar ke mesin penggiling sebagai simbol dimulainya musim giling tebu.

“Ritual pengantin tebu ini, dilakukan setiap tahun. Hal ini selain untuk menandai dibukanya musim giling juga untuk mengeratkan kembali hubungan antara pabrik dan petani tebu,” kata Industrial Relations Manager PT RMI Blitar, Putut Hindaruji, Senin (15/05/2024).

Putut menambahkan, selain itu, tradisi manten tebu ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen tebu yang melimpah.

“Dengan ritual penganten tebu ini, diharapkan saat musim giling diberikan kelancaran dan hasil panen tebu melimpah,” imbuhnya.

Sementara Factory Manager PT RMI Blitar Heri Widarmanto mengatakan, PT RMI di musim giling tebu 2024 ini menargetkan giling tebu sebanyak 1,1 Juta Ton.

“Target penerimaan tebu tahun ini menyusut dibandingkan dengan target tahun lalu (2023) yang mencapai angka 1,25 juta ton,” kata Heri Widarmanto.

Heri menandaskan, pada tahun 2023, RMI hanya mendapatkan 1,17 juta ton, karena dampak iklim elnino yang menyebabkan terjadinya kekeringan, gangguan musim tanam, penurunan kualitas tanaman, dan ketidak stabilan pasar sehingga mempengaruhi jumlah tebu yang didapat.

“Meskipun di tahun 2023, RMI tidak mencapai target, namun jumlah penerimaan tebu nilai rata – rata randemen tebu mencapai 8,25 persen dengan hasil produksi sebanyak 97.143 ton gula Kristal putih,” tandasnya.

Ditambahkannya, dengan nilai randemen sebesar 8,25 persen tersebut, Pabrik Gula RMI menduduki peringkat kedua randemen tertinggi di pulau Jawa.

“Di tahun 2024 ini, PT. Rejoso Manis Indo menargetkan angka randemen sebesar 8,20 persen, dengan target produksi gula sebanyak 90.170 ton Gula Kristal Putih,” imbuhnya.

Manajemen juga sudah membuat beragam kebijakan seperti tebu yang harus bersih, sehingga meminimalkan kehilangan gula saat proses memasak dan efisiensi pabrik.

“Berbagai persiapan sudah kami lakukan secara matang dengan harapan dapat mencapai target yang ditentukan dan support dari segala lini sangat diperlukan untuk dapat mewujudkan swasembada gula di Indonesia,” pungkasnya. (jar/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?