30 Hidran di Kota Malang Tak Berfungsi, DPRD Dorong Perbaikan Gandeng PDAM

Hidran di Kota Malang (foto: blok-a/Bob Bimantara Leander)
Hidran di Kota Malang (foto: blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – DPRD Kota Malang menyoroti kondisi hidran yang menjadi salah satu fasilitas pendukung penanganan kebakaran. Dari total 50 titik hidran yang tersebar di Kota Malang, hanya 20 titik yang saat ini disebut berfungsi dengan baik.

Kondisi tersebut mendorong DPRD Kota Malang untuk melakukan koordinasi dengan Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan ketersediaan pasokan air ketika petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menangani kebakaran.

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Danny Agung Prasetyo, mengatakan pihaknya akan menjadwalkan rapat dengar pendapat (hearing) dengan Perumda Tugu Tirta.

“Karena sekarang ini ada 50 titik hidran, di titik-titik hidran itu yang berfungsi 20. Maka kita nanti akan meminta kerja sama dari PDAM (Perumda Tugu Tirta),” ujar Danny, Minggu (20/9/2026).

Danny menjelaskan, koordinasi tersebut akan melibatkan lintas komisi di DPRD Kota Malang. Komisi A memiliki ruang lingkup kemitraan dengan Pemadam Kebakaran dan Satpol PP, sedangkan Perumda Tugu Tirta menjadi mitra Komisi B.

Menurutnya, koordinasi tetap diperlukan agar persoalan hidran dapat segera ditangani, khususnya saat fasilitas tersebut dibutuhkan dalam kondisi darurat.

“PDAM (Tugu Tirta) kan komisinya Komisi B, kalau saya kan kemitraannya adalah Pemadam Kebakaran dan Satpol PP. Maka kita nanti akan meminta koordinasi sama PDAM (Tugu Tirta) supaya nanti untuk tanggap bencana-nya kalau memang ada kebakaran itu segera dihidupkan atau bagaimana, nanti kita tinggal tunggu hearing,” terangnya.

Danny menyebut komunikasi awal dengan Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, telah dilakukan. Menurutnya, pihak Tugu Tirta terbuka untuk membantu mengaktifkan kembali hidran yang tidak berfungsi.

“Tapi saya sudah komunikasi, dan Pak Dirut PDAM terbuka dan ikut melayani masalah ini. Beliau open membantu daripada Pemadam Kebakaran untuk mengaktifkan apabila ada hidran-hidran yang mati,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang Priyo Sudibyo mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan identifikasi terhadap titik-titik hidran yang tidak berfungsi.

“Saat ini kami tengah mengidentifikasi titik hydrant yang tidak berfungsi, sebab tigas kami (Perumda Tugu Tirta) hanya bertugas untuk memastikan hydrant-hydran itu ada tersambung saluran air,” katanya.

Menurut Priyo, Perumda Tugu Tirta juga tengah mencari dukungan pendanaan untuk memperbaiki maupun mengganti hidran yang mengalami kerusakan.

“Kami tengah komunikasi dengan PLN untuk mengucurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) nya untuk hydrant yang rusak, itu upaya kami (Perumda Tugu Tirta),” pungkasnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.