Kabupaten Malang, blok-a.com – Menekan angka inflasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang gelontorkan 8 ton beras jenis Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Kamis (15/2/204).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi mengatakan, kegiatan pasar murah ini terus dilakukan oleh Pemkab Malang untuk menekan inflasi.
Kali ini, lanjut Mahila sapaan akrabnya, merupakan pasar murah periode pertama yang dilakukan di tahun 2024.
“Beberapa program ini telah kita laksanakan, kami juga ada program subuh keliling (suling) mengikuti kegiatan bapak bupati tiap hari Jumat pagi. Kita melaksanakan operasi pasar setiap minggu biasanya hari rabu, karena kemarin libur sehingga kita ganti hari ini,” ujar Mahila saat ditemui di Pasar Kepanjen, Kamis (15/2/2024).
Dikatakan Mahila, ada sebanyak 8 ton beras yang digelontorkan dalam oprasi pasar murah hari ini. Beras tersebut dibandrol dengan harga jauh lebih murah dari harga pasaran, yakni Rp51 ribu perlima kilo gram.
“Setiap pembeli maksimal bisa membeli dua bungkus, totalnya 10 kilogram. Karena kalau di pasar sendiri sudah ada operasi SPHP sendiri dari bulog, jadi ini yang kita sasar adalah pembeli atau masyarakat,” jelasnya.
Selain Pasar Kepanjen, sejumlah pasar lainnya juga akan dilakukan hal yang sama. Selanjutnya, Pasar Lawang akan dijadikan sasaran keduanya untuk menggelar oprasi pasar murah.
“Kita menggelar pasar murah merata, tidak hanya di Kepanjen. Minggu depan kita adanya di Pasar Lawang, dengan jumlah yang sama 8 ton,” bebernya.
Disinggung terkait kelangkahan beras, Mahila menyebutkan tidak ada kelangkahan beras di wilayah Kabupaten Malang. Namun, ia mengakui bahwa harga yang beras di pasaran tengah merangkak naik sejak beberapa waktu lalu.
“Tidak langkah sebenarnya, tapi harganya naik. Penyebabnya karena impor beras dari India sudah di stop, selain itu musim panen-panen juga belum ada. Namun kita sudah kerja sama dengan dinas pertanian juga. Tapi pada kenyataannya harga gabah juga tinggi,” terangnya.
Meminimalisir adanya penimbunan beras, ia menyebut Disperindag terus melakukan operasi secara berkala di gudang-gudang maupun toko beras.
Hal tersebut diharapan dapat mencegah kecuragan yang dapat mengakibatkan beras langkah dan mempengaruhi harga jual di pasaran.
“Oprasi masih terus dilakukan, kita sisir di gudang-gudang. Terakhir hari Selasa kemarin, kita melaksanakan oprasi, kita pastikan tidak ada penimbunan di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (ptu/bob)








