Cegah Kemacetan, Pasar Gadang Bakal Dipasang Pagar Pembatas di Dua Sisi Jalan

Cegah Kemacetan, Pasar Gadang Bakal Dipasang Pagar Pembatas di Dua Sisi Jalan
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal memasang pagar pembatas di kawasan Pasar Gadang sebagai bagian dari penataan lalu lintas sekaligus persiapan proyek perbaikan jalan di kawasan tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi, terutama akibat aktivitas pembeli yang berhenti di tepi jalan dengan sistem drive-thru saat berbelanja.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Drs R Dandung Djulharjanto MT mengatakan, pemasangan pagar pembatas itu justru berasal dari usulan para pedagang agar aktivitas jual beli lebih tertib dan tidak menimbulkan kecemburuan antar pedagang.

“Kalau pembeli dengan konsep drive-thru itu pasti menimbulkan kemacetan. Selain itu juga menimbulkan kecemburuan bagi pedagang yang berada di dalam pasar,” seru Dandung, Selasa (28/4/2026).

Dengan adanya pagar tersebut, pembeli nantinya diwajibkan memarkir kendaraan di area parkir yang telah disiapkan. Setelah itu, mereka harus berjalan kaki untuk masuk dan berbelanja di area pasar.

Pagar pembatas akan dipasang di dua sisi jalan, baik di sisi utara maupun selatan Pasar Gadang. Dengan begitu, bangunan pertokoan yang berada di tepi jalan tidak lagi langsung menghadap ke badan jalan, melainkan ke arah pagar pembatas.

Selain untuk penataan aktivitas pasar, keberadaan pagar ini juga dinilai akan mendukung proses pengerjaan proyek peningkatan jalan yang segera dimulai.

“Secara teknis, perbaikan jalan akan menggunakan konsep dua lajur dengan median di tengah selebar sekitar 90 sentimeter. Setiap lajur memiliki lebar antara 7 hingga 7,5 meter,” terangnya.

Untuk proyek tersebut, Pemkot Malang tetap menyiapkan anggaran sebesar Rp14,9 miliar. Meski terjadi penyesuaian harga material di lapangan, pagu anggaran dipastikan tidak berubah.

“Ada penyesuaian nilai satuan pada beberapa material, tapi anggaran tetap. Jadi kita pilih mana yang prioritas untuk dikerjakan,” jelasnya.

Tahap pengadaan disebut akan dilakukan setelah proses pembersihan kawasan selesai. Sementara pekerjaan fisik ditargetkan mulai pada minggu keempat Mei 2026 dengan estimasi pengerjaan selama enam hingga tujuh bulan.

Selama proses konstruksi berlangsung, akses jalan dipastikan tidak akan ditutup total karena pengerjaan dilakukan secara bertahap agar lalu lintas tetap berjalan.

“Kita kerjakan satu sisi, sementara sisi lainnya tetap difungsikan. Jadi akses jalan masih bisa digunakan meskipun ada pekerjaan,” pungkasnya.