DLH Kerahkan 42 Personel, Volume Sampah Pesona Gondanglegi Tembus 81,5 Meter Kubik

Pembersihan sampah venue pesona gondanglegi oleh petugas DLH Kabupaten Malang berkolaborasi dengan panitia (ist)
Pembersihan sampah venue pesona gondanglegi oleh petugas DLH Kabupaten Malang berkolaborasi dengan panitia (ist)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mengungkap volume sampah yang dihasilkan selama gelaran Pesona Gondanglegi 2025 mencapai sekitar 81,5 meter kubik. Jumlah itu merupakan hasil penghitungan gabungan dari dump truck, amroll, dan kompaktor yang dikerahkan sejak hari pertama kegiatan.

Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus memperkuat koordinasi dengan panitia penyelenggara untuk memastikan penanganan sampah lebih terstruktur pada event berskala besar.

Avi, sapaan akrabnya, menyebut tahun ini DLH turun langsung sejak awal untuk menangani sampah pascaacara. Kondisi berbeda terjadi pada tahun sebelumnya.

“Pada tahun sebelumnya DLH tidak dilibatkan dalam proses penanganan sampah. Evaluasi terhadap kegiatan pengelolaan sampah adalah untuk penanganan sampah setelah kegiatan,” ujarnya.

DLH mengerahkan personel dan armada sejak Jumat hingga Senin. Berdasarkan penghitungan lapangan, total sampah yang terkumpul setara dengan 7 dump truck, 4 amroll, dan 2 kompaktor.

“Total perkiraan volume sampah yang dihasilkan 7 dump truck, 4 amroll, 2 kompaktor, atau sekitar 81,5 meter kubik,” jelas Avi.

Pada hari Jumat dan Sabtu, DLH menurunkan 12 personel beserta 2 kontainer sampah. Sementara pada Senin, jumlah personel ditambah menjadi 31 orang dengan dukungan 2 dump truck dan 1 kompaktor. Pembersihan lanjutan dilakukan dengan melibatkan total 42 personel.

Avi menuturkan hampir seluruh titik di sepanjang rute Pesona Gondanglegi dipenuhi sampah. Dua kontainer telah ditempatkan di lokasi kegiatan, namun produksi sampah tetap melimpah.

“Semua titik di sepanjang rute acara Pesona Gondanglegi rawan sampah. DLH sudah menempatkan 2 kontainer di sekitar lokasi kegiatan,” katanya.

Menurut Avi, salah satu persoalan paling krusial adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah dengan benar. Ia berharap masyarakat lebih disiplin pada gelaran-gelaran berikutnya.

“Mohon agar sampah yang dihasilkan dapat dibuang di tempat seharusnya, atau dikumpulkan dalam kantong-kantong sampah yang dibawa dari rumah. Dan bila mungkin, sampah bisa dibawa pulang ke rumah masing-masing,” pungkasnya. (yog)