Memantapkan Daya Saing, Belasan Disabilitas di Kabupaten Malang Ikuti Pelatihan Keuangan 

Puluhan peserta ikuti pelatihan literasi keuangan dari Dinaker Kabupaten Malang (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S.)
Puluhan peserta ikuti pelatihan literasi keuangan dari Dinaker Kabupaten Malang (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S.)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Puluhan warga di Kabupaten Malang ikuti pelatihan literasi keuangan, 19 diantaranya merupakan penyandang disabilitas. Hal tersebut dilakukan guna memantapkan daya asing dalam dunia kerja.

Kegiatan pelatihan ke penyandang disabilitas ini dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang mulai Selasa (11/6/2024) kemarin hingga tiga hari kedepan. 

Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo menerangkan, pelatihan yang diberikan diantaranya mengenai ilmu digital marketing, pengaturan keuangan hingga permodalan. 

Hal tersebut diharapkan dapat membantu para peserta, utamanya penyandang disabilitas agar memiliki daya saing yang lebih di dunia kerja. 

“Tujuannya agar penyandang memiliki peluang untuk bekerja di bidang industri. Kalau gak mampu bisa menjadi seorang entrepreneur dan bekerja di rumah sendiri, sebab keterbatasan fisik yang ada,” ujar Yoyok kepada awakmedia, Selas (11/6/2024). 

Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat menjadi bekal para peserta agar dapat terjun di dunia wirausaha. Terlebih untuk para penyandang disabilitas, agar mampu membuka peluang wirausaha dari rumah. 

“Intinya bagaimana dia (penyandnag disabilitas) dapat bekerja meningkatkan kesejahteraan. Tidak harus bekerja di pabrikan,  bisa di rumah. Karena ada pelatihan bagaimana dia menjadi reseller,” tambah Yoyok. 

Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan pelatihan, diantaranya yakni dari Dinas Koperasi dan Usaha Miko (Dinkop) Kabupaten Malang, perbankan dan juga pelaku Usaha Mikor Kecil Menengah (UMKM). 

“Tujuan narasumber perbankan ini agar saudara kita (difabel) yang ingin menjadi entrepreneur wirausaha itu tau bagaimana caranya mendapatkan modal. Kalau sudah ada modal, bagaimana caranya memperbesar modal. Kalau modalnya sudah gede, bagaimana caranya mengamankan modal,” jelasnya. 

Sementara itu, untuk Dinkop Kabupaten Malang akan memberikan pelatihan dan juga membantu kepengurusan badan hukum usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB). 

“Sebab NIB ini nanti menjadi peminjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai modal awal berwirausaha,” tambahnya. 

Lebih lanjut, kata Yoyok, sejauh ini ada sebanyak 43 perusahaan di Kabupaten Malang yang melibatkan penyandang disabilitas sebagai pekerja. 

Dalam satu perusahaan, setidaknya ada puluhan pekerja dari penyandang disabilitas. Hal tersebut mengacu pada Undang-undang Nomor 8 tahun 2026 tentang penyandang disabilitas. 

“Namun ada kendala dari penyandang disabilitas itu sendiri. Namun kami akan terus mendorong untuk mendorong difabel mau bekerja di lingkungan industri, karena gak gampang juga secara sikis. Selain itu, kami juga terus mendorong perusahaan menerima sesuai UU yang diamanahkan, satu persen memperkerjakan difabel,” pungkasnya. (ptu)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?