Pajak BPHTB di Masih di Bawah 50 Persen, Pemkot Malang Lakukan Ini

Kepala Bapenda Kota Malang Handi Priyanto (blok-a/Widya Amalia)

Kota Malang, Blok-a.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang mencatat pendapatan asli daerah (PAD) yang masih rendah. Dari target sebesar Rp 834 miliar baru tercapai sebesar 57 persen. Artinya, PAD baru tercapai di angka Rp 475,6 miliar.

Berdasarkan data dari Bapenda Kota Malang, sektor bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) masih rendah. Pasalnya, target sebesar Rp 375 miliar baru terealisasi Rp 152,9 miliar. Sehingga, dinilai pencapaian masih sekitar 40,8 persen. BPHTB menjadi poros terbesar dari PAD di Kota Malang. Untuk optimalisasi PAD tahun ini, BPHTB menjadi sektor yang memiliki target tertinggi.

Menurut Handi, untuk transaksi rata-rata BPHTB bisa mendapat 930 transaksi. Jumlah tersebut meliputi jual beli dan hibah atau waris.

“Tahun ini, itu rata-rata 625 transaksi (jual beli), selisih 305 per bulan. Nah sementara salah satu komponen besar di target pajak kita adalah BPHTB,” jelas Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, pada (30/10/2023).

Selain itu, pihaknya juga akan gencar melakukan intensifikasi. Sektor yang menjadi target intensifikasi adalah restoran. Pihaknya akan melakukan pengecekan secara rutin di restoran-restoran yang ada di Kota Malang. Dia akan memastikan kepatuhannya dalam melaporkan dan membayarkan pajaknya.

“Makanya ini dengan cara intensifikasi, kita harus rutin ngecek di resto-resto, baik yang sudah terpasang etax atau belum, kita cek kepatuhannya dalam membayar pajak. Insyaallah tutup target di November nanti,” pungkas Handi.

Sementara itu di lain pihak, Pj Wali Kota Malang mengiyakan rendahnya pendapatan BPHTB dan sektor pendapatan pajak lainnya. Dia menyebut memang pendapatan pajak daerah masih lambat. Rendahnya PAD di penghujung tahun menjadi tantangan baginya. Dia berjanji akan menggenjot pendapatan daerah sebelum penghujung tahun.

“Akan kita genjot, masih ada 1,5 bulan lagi kita bisa sebelum tutup tahun, nanti kita lihat,” ujarnya singkat, ketika dikonfirmasi awak media.

Dia juga meminta penyertaan modal Pemerintah Kota Malang kepada BUMD lebih efisien dan bisa menyumbang banyak PAD. Wahyu juga berharap agar sumber pendapatan lain seperti hasil pajak daerah dan retribusi bisa cepat terkumpul.

“Saya menyoroti tiga ini, tujuan penyertaan modal kan untuk meningkatkan pendapatan juga, saya harapkan sumbangsihnya bagi peningkatan PAD kita, ini juga termasuk pajak daerah dan retribusi Daerah. Harus sigap, harus peka, potensi Malang ini luar biasa, harus di evaluasi, di update dan diperbaharui. Langkah ini sebagai bentuk mitigasi yang perlu dilakukan,” pungkasnya. (Mg2/)