Kabupaten Malang, blok-a.com – Bupati Malang, HM Sanusi melakukan panen garam tunnel di Desa Sumberoto, kawasan Pantai Modangan, Senin (18/5/2026) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Malang mengapresiasi perkembangan produksi garam rakyat berbasis teknologi greenhouse yang kini mampu menghasilkan hingga 8 ton per bulan.
Produksi garam tersebut dikelola Kelompok Sumberoto Makmur Sejahtera dengan metode Greenhouse Salt Tunnel (GST) dan Continuously Dynamic Mixing (CDM). Teknologi itu memanfaatkan rangka tertutup plastik UV untuk mempercepat proses pengkristalan air laut sekaligus menjaga kualitas garam.
HM Sanusi mengatakan produktivitas garam tunnel di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan signifikan dibanding awal pengembangan.
“Disini produksi garam tunnelnya sudah berkembang, mulai dari 1 hingga 2 ton. Saat ini, per bulan sudah mencapai 8 ton dengan harga Rp 3 ribu per kilogram, dari awalnya 1.500 per kilogram,” kata Sanusi kepada awak media.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemkab Malang sebelumnya telah memberikan hibah sebanyak 32 unit greenhouse tunnel. Selain itu, bantuan dari APBN juga menambah 10 unit greenhouse tunnel di kawasan tersebut.
“Tahun depan Pemkab Malang akan membantu untuk meningkatkan pengembangan produksi hingga dua kali lipat,” tambahnya.
Sanusi menjelaskan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada petani garam tunnel agar produksi semakin meningkat. Pasalnya, permintaan pasar terhadap garam tunnel dinilai cukup tinggi. Menurutnya, seluruh hasil produksi garam dari Sumberoto saat ini masih terserap pasar dengan harga jual berkisar Rp2.500 hingga Rp3 ribu per kilogram.
Selain produktivitas, kualitas garam tunnel asal Sumberoto juga dinilai unggul. Garam yang dihasilkan memiliki warna putih bersih dengan kandungan NaCl di atas 95 persen.
“Kami berharap pengembangan garam tunnel dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor produksi garam rakyat di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yog/bob)








