Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mempercepat realisasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) baru di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo. Lokasi tersebut kini menjadi prioritas setelah melalui proses survei dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring menjelaskan awalnya terdapat dua wilayah yang diusulkan sebagai lokasi KNMP, yakni Desa Kedungsalam dan Desa Sidoasri.
“Yang diusulkan awalnya Kedungsalam dan Sidoasri, terus dari hasil survei yang diproses adalah Kedungsalam,” kata Victor, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih berproses mengurus perizinan lahan karena status kawasan yang diusulkan masuk dalam area hutan negara. Pemkab Malang juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait proses perizinan tersebut.
“Status lahannya sama seperti (KNMP) Pujiharjo, yaitu hutan negara sehingga kami berproses meminta izin ke gubernur,” tambahnya.
Ia berharap seluruh tahapan administrasi dan perizinan dapat segera rampung agar pembangunan KNMP bisa segera direalisasikan.
Sementara itu, Desa Sidoasri batal diproses sebagai lokasi KNMP lantaran kondisi geografis dinilai kurang mendukung. Akses menuju kawasan tersebut memiliki kontur curam dan minim lahan datar untuk pembangunan infrastruktur penunjang.
Sebagai gantinya, Pemkab Malang mulai mengusulkan kawasan Tamban di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan sebagai calon lokasi baru KNMP. Saat ini Dinas Perikanan tengah menyiapkan proposal pengajuan kepada pemerintah pusat.
Jika seluruh usulan terealisasi, Kabupaten Malang nantinya akan memiliki tiga kawasan Kampung Nelayan Merah Putih. Selain Kedungsalam dan Tamban, satu lokasi lain berada di Desa Pujiharjo yang saat ini tinggal menunggu peresmian.
Victor menilai keberadaan KNMP memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat pesisir. Sebab masing-masing wilayah memiliki potensi komoditas perikanan unggulan yang berbeda.
Desa Pujiharjo selama ini dikenal sebagai sentra pendaratan ikan layur terbesar di Kabupaten Malang. Sepanjang 2025, total tangkapan ikan layur di wilayah tersebut mencapai 6.185,68 ton.
Sementara di Kedungsalam, hasil tangkapan didominasi ikan karang seperti kerapu dan kakap merah, serta komoditas gurita. Berdasarkan data Dinas Perikanan, sepanjang 2025 hasil tangkapan kerapu mencapai 2,99 ton, kakap merah 7,09 ton, dan gurita 526,67 ton.
Sedangkan kawasan Tamban diproyeksikan menjadi pasar baru komoditas tuna selain Pelabuhan Sendang Biru. Total tangkapan tuna sepanjang 2025 tercatat mencapai 1.109 ton.
“Nanti pasar tuna ada di Kampung Nelayan Merah Putih Tamban, kalau layur di Pujiharjo, dan ikan karang serta gurita di Kedungsalam. Kalau itu terjadi dampaknya sangat luar biasa bagi nelayan,” pungkas Victor. (yog/bob)








