Rp 22 Miliar untuk Perbaiki 40 Titik Jembatan di Kabupaten Malang

Ilustrasi perbaikan jembatan di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tahun 2023 (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Ilustrasi perbaikan jembatan di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tahun 2023 (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Di awal tahun 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga akan melaksanakan perbaikan dan penggantian 40 titik jembatan yang tersebar di Kabupaten Malang.

Pembangunan jembatan dinilai sebagai bentuk percepatan pembangunan infrastruktur dan untuk menunjuang perekonomian masyarakat Kabupaten Malang.

Kepala Dinas PU Bina Marga, Khairul Isnadi mengatakan, di tahun 2024 ini selain memprioritaskan percepatan infrastuktur jalan pihaknya juga akan melakukan percepatan pembangunan jembatan.

Dari data PU Bina Marga, setidaknya ada 40 jembatan yang akan dilakukan baik perbaikan maupun pembangunan pada 2024. Jika dirincikan maka, ada 5 unit jembatan yang akan direhabilitasi dan 35 unit yang akan silakukan penggantian.

“Prioritas penanganan jembatan, tetap, jembatan-jembatan yang kondisinya sudah rusak,” ujar Khairul saat dikonfirmasi, Rabu (17/1/2024).

Untuk melakukan penanganan pembangunan fisik, Bina Marga mengalokasikan dana sebesar Rp426 miliar di tahun 2024.

Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp130 miliar diantaranya akan digunakan untuk pembangunan untuk rehabilitasi dan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 320 kilometer.

“Sedangkan anggaran yang disediakan khusus untuk perbaikan dan penggantian jembatan tahun 2024 sebesar Rp22 miliar,” tambahnya.

Hingga saat ini progres pengerjaannya masih ditahap menunggu datangnya etalase dari pembelian secara e-purchasing.

“Termin satu, perencannaan sudah siap. Kami tinggal menunggu etalase dari e-purchasing siap. Insyaallah kalau Januari siap,” tegasnya.

Sementara itu, menurut data PU Bina Marga, dari jumlah keseluruhan jembatan rusak di Kabupaten Malang baik rusak sedang maupun rusak berat setidaknya ada 90 unit jembatan.

Kendati demikian, ia mengatakan, sisa dari jembatan yang belum memiliki perencanaan di tahun 2024, maka akan direncanakan di pembangunan tahun selanjutnya.

“Untuk beberapa jembatan yang belum ada perencanaan, akan kami laksanakan selanjutnya,” pungkasnya. (ptu/bob)

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.