Kala Tempat Mengajar PAUD di Kota Malang Tidak Punya Gedung Sendiri, Pakai Balai RW

Foto foto : Suasana pembelajaran Pos PAUD Menur, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (foto : Pos PAUD Menur untuk Blok-A)
Ilustrasi pembelajaran di salah satu PAUD Kota Malang

 

Kota Malang, Blok-a.com – Siapa sangka Pos PAUD di Kota Malang yang jarang disorot publik ternyata tidak memiliki gedung ajar tetap. Salah satunya adalah Pos PAUD Menur, di Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

“Kami mengajar di balai RW. Jadi ada dua lantai, nah lantai 2 itu kami gunakan untuk kelas,” ujar Kepala Sekolah Pos PAUD Menur, Nurmalia Imran, pada Selasa (8/11/2023).

Menurut Nunung, sapaannya, memang Pos PAUD pada umumnya masih dinaungi yayasan yang dikepalai oleh Ibu Walikota. Awalnya, program pos PAUD berdiri bermula dari kader pos pelayanan terpadu (posyandu). Memasuki tahun 2015 mulai didirikankan Yayasan Pendidikan Insan Bermartabat (YPIB). Yayasan tersebut menaungi semua Satuan PAUD Sejenis (SPS) di Kota Malang. Satuan-satuan tersebut meliputi PAUD selain KB, TPA, TK.

Nunung menjelaskan, karena pos PAUD bukanlah sekolah swasta, selama ini proses ajar mengajar dilakukan di gedung RW di Jalan Kendalisodo, nomor 11, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Ruangan tersebut cukup untuk mengajar 25 siswa. Dengan sekat kayu, para guru membuat kelas sendiri.

Setiap kelas berisi jumlah anak yang berbeda. Kelas A berisi 8 anak, kelas B berisi 12 anak, dan kelas C berisi 8 anak. Usia kelas A untuk anak adalah 2 hingga 3 tahun, lalu kelas B untuk usia 3 hingga 4 tahun, dan kelas C untuk usia 4 hingga 6 tahun. Luas ruangan sendiri total 4 x 7 meter persegi saja.

“Itu juga kelasnya kan gantian nanti kalau sore sekat yang ada rodanya itu tinggal digeser untuk kegiatan TPA (Tempat Pembelajaran Alquran),” ujar dia.

Untuk akses listrik, pihaknya mendapatkan bantuan dari masjid terdekat. Begitu juga dengan akses air. Sementara, beberapa mainan mendapatkan bantuan dari wali murid.

Namun, sejauh ini tidak ada keluhan mengenai hal tersebut. Pihaknya tetap bisa melangsungkan pembelajaran dengan baik meski menggunakan gedung balai RW. Dia berfokus pada keberhasilan sekolahnya untuk mendampingi tumbuh kembang anak dengan baik.

Tidak terkendala fasilitas, sekolah ini masih bisa meraih prestasi. Pada tahun 2015, mereka meraih Juara Harapan 1 Lomba Alat Permainan Edukatif (APE) tingkat Jawa Timur. Sementara itu, baru-baru ini, mereka juga meraih Juara 1 pada cabang perlombaan yang sama di tingkat Kecamatan.

“Semoga ke depan juga banyak masyarakat yang terbuka dan sadar agar berminat memasukkan anak mereka ke PAUD, karena itu penting untuk tumbuh kembang anak,” ujar wanita berhijab itu. (mg2/bob)