Peneliti Unisma Temukan Potensi Temu Kunci Hambat Sel Kanker Payudara

Peneliti Unisma Temukan Potensi Temu Kunci Hambat Sel Kanker Payudara
Peneliti Unisma Temukan Potensi Temu Kunci Hambat Sel Kanker Payudara

Malang, blok-a.com – Rimpang temu kunci yang selama ini dikenal sebagai bumbu dapur ternyata menyimpan potensi besar di dunia kesehatan. Dosen Farmasi Universitas Islam Malang (Unisma), Anita Puspa Widiyana, bersama timnya menemukan senyawa dalam temu kunci yang berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Dalam penelitian tersebut, Anita dan tim meneliti kandungan rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata) dan menemukan aktivitas penghambatan terhadap sel kanker payudara tipe MCF-7. Hasil riset ini dipaparkan dalam forum The 15th Annual International Conference (AIC) 2025 yang digelar di Banda Aceh, awal September lalu.

“Selama ini temu kunci dikenal memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Namun dari penelitian kami, ternyata juga memiliki potensi sebagai antikanker,” ujar Anita, Selasa (4/11/2025).

Dalam riset tersebut, tim menguji tiga jenis ekstrak dari rimpang temu kunci, yakni ekstrak etanol, air, dan n-heksana. Hasilnya, ekstrak n-heksana menunjukkan kemampuan paling kuat dalam membunuh sel kanker payudara. Sementara ekstrak etanol dan air memberikan efek penghambatan dalam kategori sedang.

Meski demikian, Anita menegaskan bahwa penelitian ini masih berada pada tahap awal dan sebatas uji laboratorium. Ia menilai masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

“Langkah berikutnya adalah uji pra-klinis pada hewan, kemudian uji klinis pada manusia,” jelasnya.

Temuan ini menjadi kabar baik bagi pengembangan obat herbal di Indonesia. Selain memperkaya khazanah penelitian farmasi berbasis bahan alam, riset ini juga membuktikan bahwa kekayaan hayati Nusantara menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai obat modern.

Rimpang temu kunci yang selama ini hanya dikenal sebagai penyedap masakan, kini mulai mencuri perhatian dunia ilmiah sebagai harapan baru dalam penelitian pengobatan kanker payudara. (bob)