Kabupaten Malang, blok-a.com – Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib mengatakan pentingnya menyediakan ruang aktualisasi bagi mahasiswa agar potensi mereka tersalurkan ke kegiatan yang bermanfaat. Hal itu disampaikan saat menghadiri Sarasehan Abdidaya Ormawa di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (Umm) pada Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, mahasiswa perlu diberikan panggung untuk menunjukkan kemampuan sekaligus diarahkan melalui aktivitas positif yang berdampak langsung pada pembangunan desa.
“Memang mahasiswa harus diberi ruang, diberi tempat untuk mengaktualisasikan kemampuannya supaya potensinya itu tersalur ke kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar Lathifah.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam proses hilirisasi hasil penelitian. Kegiatan Abdidaya, kata dia, harus menjadi sarana nyata bagi kampus untuk memastikan inovasi tidak berhenti di tataran konsep.
“Saya sampaikan ke teman-teman dosen supaya hasil penelitian itu bermula dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Jadi penelitian tidak berupa konsep-konsep saja, tetapi diaplikasikan ke masyarakat,” tuturnya.
Lathifah mencontohkan berbagai inovasi di sektor peternakan yang bisa diimplementasikan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan Kabupaten Malang.
“Misalnya ada inovasi untuk percepatan ternak, baik ayam petelur, ayam potong maupun sapi. Itu bisa diimplementasikan dengan pendampingan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga menyebut inovasi tersebut dapat bersinergi dengan program nasional, termasuk rencana pemerintah menyiapkan tiga juta sapi merah putih. “Kalau nanti bisa disalurkan dengan memberdayakan masyarakat sebagai peternak, peran perguruan tinggi dan mahasiswa sangat kita perlukan,” tegasnya.
Selain meningkatkan kemampuan, aktivitas produktif juga dinilai mampu mencegah mahasiswa terjerumus dalam perilaku menyimpang, termasuk narkoba.
“Kalau mahasiswa diberi kesibukan-kesibukan yang positif, Insya Allah tidak akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelas Lathifah.
Lathifah berharap mahasiswa semakin mengambil peran penting dalam pembangunan daerah. Kolaborasi antara kampus, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, menurutnya, akan menghasilkan program yang lebih solutif.
“Saya kira peran perguruan tinggi dan mahasiswa itu sangat kita perlukan. Kegiatan seperti ini terus dilakukan agar ilmu mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas, tapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yog/bob)








