Kabupaten Malang, blok-a.com – Euforia kemeriahan Karnaval Gampingan pada Minggu (12/10/2025) menyisakan persoalan serius yakni tumpukan sampah di sepanjang jalan utama desa seusai acara. Kondisi itu sempat menjadi sorotan warga, terutama di media sosial, karena penanganan sampah tidak bisa dilakukan tepat waktu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman, menyebut alasan penanganan tertunda tersebut diakibatkan belum tuntasnya pembongkaran fasilitas pendukung acara.
“Armada truk kami tidak bisa masuk ke lokasi karena masih ada panggung dan perlengkapan karnaval yang belum dibongkar pada hari Minggu,” ujar Avi, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi blok-a.com, Rabu (15/10/2025).
Keterlambatan itu membuat sebagian warga berinisiatif mengumpulkan sampah ke tepi jalan. Namun, ada pula warga yang memilih membakar sampah secara mandiri, yang justru memperburuk kondisi lingkungan di tengah cuaca tidak menentu.
“Sore harinya turun hujan deras, jadi kondisi di lapangan makin sulit. Selain licin, sebagian sampah juga terbawa air,” tambahnya.
Setelah berkoordinasi dengan panitia penyelenggara dan Pemerintah Desa Gampingan, DLH Kabupaten Malang akhirnya memulai proses pembersihan besar-besaran pada Senin (13/10/2025).
Sebanyak 19 personel penyapu jalan diturunkan, dibantu 1 dump truck dari area Pagak, 3 armroll dari area Kepanjen, dan 1 truk sweeper. Dari pihak desa, turut membantu 3 personel penyapu lokal.
“Pembersihan dilakukan selama dua hari, karena pada Senin sore sekitar pukul 15.00 kembali turun hujan. Sisanya kami lanjutkan keesokan harinya, Selasa (14/10/2025),” terang Avi.
Pemerintah Desa Gampingan juga memberikan dukungan logistik berupa makan dan minum bagi para petugas. Meski begitu, DLH mencatat adanya ketidaksesuaian antara jumlah tenaga kebersihan yang direncanakan dengan realisasi di lapangan.
DLH Kabupaten Malang menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi bersama penyelenggara agar persoalan serupa tidak terulang pada kegiatan besar berikutnya.
“Karnaval Gampingan sudah menjadi event besar dan sorotan nasional. Maka, tata kelola pasca-acara, terutama soal sampah, harus ditingkatkan,” pungkas Avi. (yog)








