Hujan Deras, DAM Saluran Air di Purwodadi Blimbing Kembali Jebol

Hujan Deras, DAM Saluran Air di Purwodadi Blimbing Kembali Jebol. (BPBD)
Hujan Deras, DAM Saluran Air di Purwodadi Blimbing Kembali Jebol. (BPBD)

Kota Malang, blok-a.com – DAM (bendungan saluran air) di Jalan Cempaka Gang 4 RT 01/RW 12, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kembali jebol pada Kamis (5/2/2026) sore, setelah yang sebelumnya telah jebol sekitar dua pekan lalu.

Berdasarkan laporan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltang) Purwodadi, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah setempat. Arus air yang deras terus menggerus struktur DAM yang sebelumnya telah mengalami kerusakan sekitar dua pekan lalu.

“Kejadian tersebut dipicu oleh kondisi DAM yang strukturnya telah melemah akibat tergerus arus deras saluran air saat hujan berintensitas sedang hingga tinggi,” ujar anggota Kelurahan Tangguh Purwodadi, Bahtiyar Sudarmawan.

DAM yang jebol tersebut memiliki ukuran kerusakan sekitar panjang 2 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 1,5 meter. Akibatnya, jalur saluran air terganggu dan menyebabkan banjir di RT 02, tepatnya di rumah milik Bapak Mulyadi. Selain merendam satu rumah warga, kejadian ini juga berpotensi menimbulkan jebol susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

“Dampak dari kejadian ini jalur saluran air terganggu dan terjadi banjir di rumah warga, serta berpotensi terjadi jebol dan banjir susulan,” katanya.

Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Sebagai langkah penanganan awal, laporan kejadian telah diteruskan kepada Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Malang, serta disampaikan kepada pihak kelurahan dan kecamatan setempat. Petugas bersama relawan Kelurahan Tangguh dan warga sekitar juga telah melakukan asesmen terkait kerusakan, kerugian, serta sumber daya yang terdampak.

Untuk penanganan darurat, Keltang Purwodadi mengajukan kebutuhan bantuan berupa besi bronjong dan karung goni sekitar 300 buah guna memperkuat saluran air dan mencegah kerusakan lanjutan.

Warga sekitar diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor dan banjir susulan, terutama saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Malang.

“Kami mengimbau kepada warga setempat untuk lebih waspada terhadap potensi longsor susulan,” pungkasnya. (ber/bob)