Kepala Sekolah Buka Suara Soal Perkelahian Antar Siswa Hingga Alami Luka Sayat

Caption : Tempat Kejadian Perkara (TKP) perkelahian siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Caption : Tempat Kejadian Perkara (TKP) perkelahian siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kepala Sekolah (Kepsek) salah satu Madrasah Ibtidaiah (MI), yang terletak di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang buka suara soal luka sayat sakibat perkelahian yang menimpa siswa-nya.

MI sendiri adalah sekolah yang setara dengan Sekolah Dasar (SD).

Siswa MI di Dau yang mendapati luka sayat akibat cutter itu berinisial R.

Kepala Sekolah MI di Kecamatan Dau berinisial, MM memastikan bahwa luka sayat akibat cutter  itu bukanlah pengeroyokan.

Dia mendapati informasi itu setelah bertanya ke sejumlah wali murid yang ada di lokasi.

Lokasi perkelahian antar siswa MI itu sendiri terjadi di apotek Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

“Ada beberapa wali murid yang saya tanyai dan juga ada beberapa anak-anak. Tidak ada pengeroyokan sama sekali” tegas MM saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (1/11/2023).

Sementara itu, MM tidak tahu bagaimana pertengkaran dua siswa MI di Dau Malang itu berlangsung.

Dia hanya memastikan, lokasi kejadian berada di luar area sekolah pada Selasa (31/10/2023) kemarin. Sehingga, menurutnya kejadian tersebut tidak di bawah kendali pihak sekolah.

“Kita itu di madrasah, nah sedangkan kondisi itu di luar madrasah. Jadi kita sudah tidak tahu dan sudah jam pulang. Jadi kita nggak tahu. Sudah tidak di bawah kendali kita atau di bawah pemantauan kita karena sudah di luar lembaga,” ujarnya.

MM juga mendapat informasi, awal pemicu pertengkaran siswa di MI di Dau Malang adalah cekcok.

R dan salah satu temannya awalnya cekcok sehingga langsung saling dorong.

Peristiwa itu sebenarnya sudah diredam oleh salah satu guru yang mengetahui kejadian tersebut.

“Kalau dorong-dorongan awal itu ketika salat dhuhur. Terus sudah dilerai oleh pak (berinisial) H. Yang dorong-dorongan itu korban (R) nyakar salah satu anak. Terus kita berpikir bahwasanya setelah dilerai ya sudah. Ternyata masih ada kelanjutannya,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan kelanjutan pertengkaran yang mengakibatkan luka sayatan pada pipi korban itu tidak diketahui oleh pihak sekolah.

Ia mengaku, mendapatkan informasi adanya penyayatan dari wali murid yang tengah menjemput sekolah.

“Dan kita nggak tau apa-apa. Tau-tau, ada informasi dari bapak ibu wali murid yang ada di bawah, yang jemput anaknya,” imbuhnya.

Sebagai Kepsek tempat kedua siswa yang bertengkar  bersekolah, MM berharap pihak keluarga korban mau menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan alias berdamai.

“Saya sebagai orang tuanya (terlapor), walinya lah dan juga sebagai kepala madrasah, sudah ke pihak korban untuk meminta maaf dan juga meminta untuk diproses secara kekeluargaan mawon dan semua biaya akan saya tanggung. Berusaha terus seperti itu, semoga mau,” harapnya. (ptu/bob)