Sudah Ditemukan, Ini Isi Data Recorder 2 Pesawat TNI AU Jatuh di Kawasan Gunung Bromo

Malang, blok-a.com – Tim Investigasi TNI AU sudah menemukan data recorder atau alat yang merekam kondisi dua pesawat tempur Super Tucano yang jatuh di area Bromo, Kamis (16/11/2023).

Data recorder dua pesawat tempur Super Tucano yang jatuh di area gunung Bromo itu ditemukan oleh tim investigasi TNI AU dan bernama VDR/NCDC (Video Data Recorder/Network Centric Data Catridge).

“Alat ini sudah bisa didatangkan dan sudah bisa dibawa ke Lanud Abd Saleh. Keduanya sudah (ditemukan),” ujar Kadispen TNI AU, Marsma Agung Sasongkojati, Minggu (19/11/2023).

Agung mengungkapkan, alat VDR/NCDC milik pesawat Super Tucano dengan nomor ekor TT-3111 dan TT-3103 tersebut telah ditemukan tim investigasi.

Alat itu merekam segala kondisi pesawat hingga mengalami kecelakaan saat menjalani latihan formasi di Pasuruan.

“Isinya lebih lengkap. Ada gambar video penerbangan sampai saat terakhir. Ada komunikasi pilot. Ada performance penerbangan pesawat, yaitu kecepatan, ketinggian, arah dan sebagainya. Serta yang penting juga adalah data dari mesin pesawat sampai detik terakhir dia masih menyala. Itu terekam semua,” ungkapnya.

Dengan begitu, Agung berharap, tim investigasi TNI AU bisa mendapatkan data awal mengenai apa yang terjadi saat dua pesawat Super Tucano tersebut jatuh.

Alat ini, kata Agung, nantinya akan menjadi bahan penyelidikan oleh Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU.

“Kami memiliki kemampuan untuk itu dan dipastikan akan dijalankan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Itu kayaknya sudah bisa dilihat dan diterjemahkan langsung. Namun, saya belum dapat penjelasan dari tim,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa tim investigasi akan melakukan penyelidikan insiden ini secara menyeluruh dengan Modal 5M (Man, Mission, Machine, Medium dan Management).

Modal 5M ini, merupakan model pemecahan masalah dan manajemen resiko yang digunakan untuk keselamatan penerbangan.

“Dan ada hal yang lain seperti keadaan kondisi cuaca dan sebagainya. Nah ini perlu kita sadari bahwa tidak mudah untuk mengadakan penyelidikan. Tidak bisa langsung kita menyimpulkan dari apa yang kita lihat, apa yang kita dengar,” bebernya.

Tak hanya itu, untuk seluruh bahan peledak yang ada di pesawat Super Tucano, kini juga berhasil dievakuasi.

“Bahan peledak ini sudah diamankan. Sehingga, saat ini (bangkai) pesawat sudah aman bagi orang (masyarakat sekitar,” katanya.

Ia menerangkan, tim investigasi TNI AU juga telah mengevakuasi bahan peledak atau catridge yang ada di pesawat Super Tucano. Bahan peledak tersebut, terpasang untuk keperluan emergency saat penerbangan.

“Bahan peledak digunakan untuk men-jetiason atau melontarkan canopy. Bahan peledak untuk melontarkan ejection saat atau kursi lontar dan bahan peledak untuk menurunkan roda bila roda itu macet,” terangnya.

Selain itu, TNI AU juga telah mengevakuasi senjata yang ada di dalam pesawat Super Tucano. Agung mengaku, masing-masing pesawat Super Tucano memiliki dua senjata senapan mesin kaliber besar.

“Tidak ada amunisinya, namun tentu harus diamankan. Kalau tidak, ini sangat berbahaya. Jadi pesawat ini adalah pesawat militer yang bukan pesawat biasa yang bisa dipegang sembarang orang,” tandasnya. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?