Kota Malang, blok-a.com – Bawaslu Kota Malang kembali mengambil inisiatif untuk memastikan keberhasilan Pemilu Serentak 2024 yang berintegritas. Pada hari Jumat (22/12/2023), Kantor Bawaslu Kota Malang menjadi saksi pelaksanaan kegiatan “Media Gathering Keterbukaan Informasi sebagai Kunci Pemilu Berintegritas.”
Melalui kegiatan ini, Bawaslu membuktikan keterbukaan dan kesiapannya untuk memberikan informasi kapan pun dibutuhkan, menegaskan perannya sebagai penjaga integritas Pemilu 2024.
Acara ini dihadiri oleh narasumber berkompeten, termasuk Edi Purwanto Ketua Informasi Jatim dan Widiya Yutanti, Akademisi Fakultas Ilmu Komunikasi UMM.
Edi Purwanto menyoroti urgensi keterbukaan informasi dalam penyampaian informasi Pemilu ke depan. Dia menekankan standar layanan informasi, penyelesaian sengketa informasi, aturan penayangan informasi, dan layanan keterbukaan informasi khususnya untuk Pemilu 2024.
“Keterbukaan informasi kami sampaikan terkait standart layanan informasi serta penyelesaian sengketa informasi, selain itu juga aturan mengenai penayangan informasi dan layanan keterbukaan informasi khususnya untuk Pemilu 2024,” tuturnya.
Menyikapi kewajiban penyelenggara informasi, Edi menjelaskan bahwa informasi pemilu dan pemilihan secara berkala harus diumumkan dengan cepat. Hal ini mencakup kejadian seperti kerusuhan atau pelanggaran Pemilu untuk mencegah eskalasi permasalahan.
“Yang pertama mengumumkan informasi pemilu dan pemilihan secara berkala ini wajib diumumkan dengan cepat, misal kerusuhan dan pelanggaran Pemilu agar tidak merembet atau meluas permasalahannya,” terang Edi.
Edi Purwanto menekankan pentingnya untuk cepat menyampaikan informasi kepada publik. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa ada informasi yang tidak wajib diumumkan, seperti nota kesepahaman dengan pihak ketiga, dan informasi yang dikecualikan.
Selanjutnya, Widiya Yutanti menyoroti peran jurnalis dalam penyampaian informasi yang cerdas dan berintegritas.
“Dalam penelitian ada 50% berita hoax dari media mainstream, sayangnya hal itu diikuti juga oleh media tersebut di goreng juga, dan sedihnya media tersebut adalah media Nasional bahkan media tersebut brandingnya media news Nasional ini samgat disayangkan,” tuturnya.
Dia mengingatkan tentang risiko berita hoaks dari media mainstream dan menekankan pentingnya media sebagai penyeimbang terhadap media buzzer atau netizen.(mg3/lio)








