Tim Esport asal Desa Mangliawan Malang Moncer di Turnamen Nasional

Tim Esport asal Desa Mangliawan Malang Moncer di Turnamen Nasional
Tim Esport asal Desa Mangliawan Malang Moncer di Turnamen Nasional

Kabupaten Malang, blok-a.com – Prestasi membanggakan ditorehkan tim Mangliawan Esport, wakil Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dalam ajang Liga Desa Esport 2026. Tim ini berhasil menembus 16 besar nasional setelah menumbangkan wakil Maluku Barat Daya dengan skor meyakinkan 2–0 pada babak 32 besar nasional.

Liga Desa Esport 2026 merupakan turnamen esports tingkat nasional yang diikuti tim-tim dari desa seluruh Indonesia. Ajang ini digelar dalam rangkaian Hari Desa Nasional, dengan mempertandingkan gim Mobile Legends, sekaligus menjadi wadah pembinaan dan pengembangan bakat esports di tingkat desa.

Manajer Mangliawan Esport, Mohammad Lukman Huda, mengatakan capaian ini tidak lepas dari mental bertanding dan motivasi tinggi para pemain. Sejak awal, tim menargetkan bisa melangkah jauh hingga babak puncak.

“Target kami memang masuk Grand Final. Anak-anak sudah komunikasi dan mereka sangat optimistis. Mereka bilang siap dan yakin bisa melangkah sampai Grand Final,” ujar Lukman Jumat (9/11/2025).

Ia menjelaskan, sejumlah pemain Mangliawan Esport merupakan atlet esports yang sebelumnya berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 mewakili Kota Malang dan berhasil meraih medali emas. Modal pengalaman tersebut menjadi kekuatan utama tim dalam menghadapi persaingan di level nasional.

“Pemain kami ini asli Mangliawan dan kemarin di Porprov dapat medali emas. Bisa dibilang sudah profesional. Secara motivasi, mereka ingin mengangkat nama esports di Malang, khususnya Mangliawan, agar lebih dikenal,” jelasnya.

Perjalanan menuju wakil Jawa Timur di Liga Desa Esport 2026 tidaklah mudah. Tim yang dinahkodai putra daerah Desa Mangliawan yakni Mochammad Rinonanda Pratama dan Raditya Andiza Putro ini harus bersaing dengan 31 tim desa lainnya dari berbagai kota di Jawa Timur sebelum akhirnya mampu melangkah ke babak nasional dan kini bertahan di 16 besar.

“Kami berhasil mewakili Jawa Timur setelah mengalahkan 31 tim esport dari kota yang lain,” tuturnya.

Selain menjabat sebagai manajer tim, Mohammad Lukman Huda juga merupakan perangkat desa Mangliawan, tepatnya Kasun Krajan. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda desa untuk menekuni esports secara positif dan berprestasi.

“Kami ingin membuktikan bahwa dari desa juga bisa lahir atlet esports berprestasi di tingkat nasional,” tandasnya.

Keberhasilan Mangliawan Esport menembus 16 besar nasional menjadi bukti desa-desa di Kabupaten Malang memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga digital, sekaligus memperkuat peran desa dalam ekosistem esports nasional.

“Harapan kami tetap sama, menuju Grand Final dan semoga bisa menjadi juara. Mohon doanya kepada masyarakat khususnya Kabupaten Malang agar kami berhasil membawa piala ke Desa Mangliawan,” pungkasnya. (yog/bob)