Melihat Arah Suara Gen Z di Pemilu 2024, Dinilai Berpotensi Golput

Ilustrasi : Komunikasi sehari-hari menggunakan gaya bahasa Lo Gue diminati anak muda untuk cicipi pergaulan ibukota. (Foto : Widya Amalia/Blok-A)
Ilustrasi : Komunikasi sehari-hari menggunakan gaya bahasa Lo Gue diminati anak muda untuk cicipi pergaulan ibukota. (Foto : Widya Amalia/Blok-A)

Kota Malang, Blok-a.com – Pesta demokrasi 2024 mendatang memang dinantikan oleh banyak orang. Namun, tak jarang sekelompok orang enggan untuk memberikan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Menurut anggota Rumah Keadilan dan Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PPOTODA) Universitas Brawijaya, Luna Dezeana Ticoalu, peluang Gen Z untuk menjadi golongan putih (golput) suara di Pemilu 2024 cukup mengkhawatirkan.

Pihaknya kerap melakukan sosialisasi terkait pentingnya turut terlibat dalam Pemilu, untuk mengurangi hal tersebut. Menurut dia, salah satu alasan Golput di Pemilu 2024 yang paling kuat  adalah kurangnya kepercayaan gen Z terhadap pemerintah. Sehingga merasa tidak perlu untuk memberikan suara kepada salah satu pasangan calon (paslon) ke depan.

“Banyak sekali fenomena di lapangan mahasiswa dan memang generasi Z itu banyak yang tidak mempercayakan pemerintah,” ujar dia, pada Selasa (12/12/2023).

Berdasarkan data Sensus BPS, jumlah Gen Z di Indonesia sendiri mencapai 75 juta jiwa. Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 mendominasi dengan jumlah sekitar 74,93 juta jiwa, atau 27,94% populasi. Generasi ini masih berada dalam usia muda hingga remaja awal.

Menurut Luna, Gen Z juga didominasi oleh kalangan pemilu pemula yang masih belum menyadari politik. Sehingga diperlukan berbagai pendekatan untuk mengajak kaum Gen Z.

Sementara itu, menurut presiden EM UB, Rafly Rayhan Al-Khajri, membenarkan hal itu. Kurangnya kepercayaan kaum mahasiswa pada pemerintah kerap ditemuinya.

“Ada ketidakpercayaan, ada distrust dari kalangan mahasiswa anak muda yang itu harus dijawab oleh negara,” kata dia.

Dia menghimbau agar para politisi dan penyelenggara Pemilu mampu meningkatkan kepercayaan kepada para pemuda untuk mengembalikan jumlah partisipan.

Masih banyak para mahasiswa, lanjut dia, yang belum mengetahui pentingnya memilih paslon yang bisa menentukan nasib negara Indonesia di puluhan tahun mendatang.

“Pesan kami dari EM adalah kami harap kepada kawan-kawan mahasiswa bisa menjadi jembatan pikiran antara masyarakat pada negara. Dengan cara berpartisipasi pemilu 2024 mendatang,” tegasnya. (mg2/bob)