Sejarah Candi Jago di Malang, Dibangun untuk Rasa Hormat Anak Terhadap Ayahnya

Candi Jago (foto: TripAdvisor)
Candi Jago (foto: TripAdvisor)

 

Kota Malang, Blok-a.com – Sejarah merupakan bagian penting dari suatu peradaban. Seseorang harus mengetahui sejarah dari suatu tempat. Salah satunya Candi Jago ini.

Candi Jago terletak di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Sekitar 22 km dari pusat kota Malang ke arah timur. Candi ini berada di tengah pemukiman penduduk, 200 M dari jalan raya Tumpang ke arah timur.

Nama Candi Jago berasal dari ‘Jajaghu’ yang tertulis di dalam dua kitab kuno, yaitu kitab Pararaton dan kitab sastra kuno Nagarakertagama. Nama Jajaghu adalah sebutan dari suatu nama tempat suci yang berarti “Keagungan”.

Candi ini dibangun untuk mendarmakan Raja Wisnuwardhana yang merupakan raja Singosari yang ke-4 pada 1268 masehi. Sehingga, Candi Jago merupakan candi peninggalan kerajaan Singosari di Malang.

Berdirinya candi ini atas dasar perintah raja Kertanagara untuk menghormati sang ayahanda, raja Wisnuwardhana. Ayahnya mangkat pada tahun 1268.

Candi kemudian dibangun oleh Adityawarman. Kemudian, dia juga menambahkan candi tambahan dan menempatkan Arca Manjusri yang sekarang tersimpan di Museum Nasional.

Candi Jago sendiri ditemukan oleh Belanda di tahun 1834. Saat itu kondisi candi berada dalam keadaan rusak karena akar-akar pohon beringin besar yang tumbuh di dekat candi.

Candi Jago terkenal dengan susunan bentuk yang unik dibandingkan dengan candi-candi yang lainnya.

Kaki candi terdiri dari tiga tingkatan. Tingkatan pertama terdapat delapan anak tangga. Tingkatan kedua terdapat empat belas anak tangga dan tingkatan ketiga ada tujuh anak tangga.

Berudak-undak mirip dangan susunan bangunan “Punden berundak” pada jaman “Megalitikum”. Candi yang terbuat dari susunan batu andesit ini, sekarang memiliki tinggi sekitar 10,5 meter, karena sudah banyak bagian dari atas candi yang mulai hilang dan runtuh.

Candi Jago sudah sangat jarang dikenali oleh masyarakat. Selain tidak adanya edukasi namun masyarakat sudah tidak tertarik lagi. Terlebih, candi ini juga banyak sekali arca yang hilang, seperti
arca Bhairawa yang dicuri pada tahun 2001. (mg2/)