Sukses Pimpin Desa Serang, Dwi Handoko Mantap Maju Calon Wabup Blitar

Kepala Desa Serang Kecamatan Panggungrejo, Dwi Handoko, bakal calon Wakil Bupati Blitar. (blok-a.com/Fajar)
Kepala Desa Serang Kecamatan Panggungrejo, Dwi Handoko, bakal calon Wakil Bupati Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Kepala Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Dwi Handoko ingin mengabdikan diri dan membawa Kabupaten Blitar lebih baik lagi.

Untuk itu kades yang baru saja menerima SK perpanjangan masa jabatan 2 tahun ini, mendaftarkan diri menjadi bakal calon Wakil Bupati Blitar pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

Handoko menjadi salah satu Cawabup Blitar yang memiliki banyak prestasi.

Bukan hanya di atas kertas, namun dia telah membuktikan di lapangan mampu mengubah desa terpinggirkan menjadi salah satu desa unggulan, desa wisata.

Bahkan dia mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Serang serta bisa menjamin pendidikan anak-anak kurang mampu di Pesisir Kabupaten Blitar.

Didasari karena rasa ingin membawa pengalaman dan keberhasilannya memimpin Desa Serang ke tingkat kabupaten.

Dengan motto “Jenggirat Tangi, Mbangun Blitar Kawentar”, Handoko ingin membawa perubahan Blitar ke arah yang lebih baik.

Berbekal segudang pengalaman dan prestasinya, kini Handoko merasa terpanggil untuk mengabdi pada lingkup yang lebih luas lagi, yaitu dengan mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Blitar.

Segudang prestasi yang dimiliki kades yang akrab disapa Mas Han tersebut, bisa dijadikan modal utamanya untuk maju sebagai bacawabup Blitar.

Desa Serang yang dulunya terpinggirkan, kini ditangan Handoko, Desa di pesisir pantai Selatan tersebut, diubahnya menjadi desa wisata unggulan di Kabupaten Blitar.

Bahkan dengan inovasi dan  sentuhan kades yang juga anggota GP Ansor tersebut, Desa Serang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia di tahun 2021 dari Kemenparekraf RI.

Selain itu Desa Serang juga menerima anugerah kampung pembakti Pancasila kategori kampung penggerak Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP-RI ) tahun 2020.

“Alhamdulillah berkat inovasi ini, ekonomi warga Desa Serang juga meningkat. Dulunya Desa Serang yang ada dipinggiran, bahkan terpinggirkan kala itu, kita bersama warga berupaya untuk mengubah stigma itu. Berkat kerja keras itu, kini Desa Serang telah menjelma menjadi Desa Wisata andalan Kabupaten Blitar. Bahkan Desa Wisata Serang masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia di tahun 2021 dari Kemenparekraf RI. Selain itu juga menerima anugerah Kampung Penggerak Pancasila dari BPIP-RI tahun 2020,” kata Handoko, Kamis (27/06/2024).

Sebagai pemimpin, Mas Han tidak hanya membangun pariwisata dan infrastruktur. Namun juga memperhatikan pendidikan warganya.

Untuk itu, dia membuat program di bidang pendidikan, yakni ‘Satu RT Satu Sarjana’.

“Program ini merupakan upaya untuk menjamin pendidikan anak-anak desa sehingga bisa menjadi sarjana,” jelasnya.

Ditambahkannya, program Satu RT Satu Sarjana ini, merupakan sebuah program beasiswa bagi anak-anak Desa Serang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.

“Semua anak di Desa Serang bisa ikut program ini, namun diutamakan mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu. Selain itu, anak yang putus sekolah dan atau yang tidak mau sekolah, kami kunjungi satu persatu untuk dibina dan dibiayai oleh desa agar mau bersekolah kembali. Dan subsidi Pendidikan untuk anak-anak PAUD juga kami laksanakan,” imbuhnya.

Sebagai abdi masyarakat, Mas Han, juga membuat program untuk peningkatan ekonomi masyarakatnya melalui program Satu RT Satu Produk.

“Program ini mulai dari perencanaan hingga pasca produksi. Untuk pemasarannya kami mendirikan pusat oleh-oleh Desa Wisata Serang,” ujarnya.

Mas Han juga mengaku, jika dirinya juga sering menjadi narasumber di berbagai institusi.

Salah satunya, menjadi narasumber Lokakarya Pengembangan Desa Wisata Berbasis Adat dan Budaya, Kementerian Desa dan PDTT.

“Berangkat dari Desa Serang, kini saya merasa terpanggil untuk mengabdi pada lingkup yang lebih luas lagi, yaitu mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Blitar,” pungkasnya. (jar/lio)