Debat Perdana Pilwali Malang 2024, Tiga Paslon Adu Visi dan Program Unggulan

Debat publik perdana Pilkada Kota Malang, Sabtu (26/10/2024).(blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang menggelar debat publik perdana dalam rangka Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2024, Sabtu (26/10/2024).

Debat bertema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah” ini berlangsung di Hotel Grand Mercure, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Seluruh pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang memanfaatkan momen ini untuk memaparkan visi, misi, serta program unggulan mereka untuk memenangkan hati masyarakat Kota Malang.

Paslon nomor urut 1, Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin (WALI), mengusung lima program unggulan. Di antaranya adalah pemberian 1000 beasiswa, seragam gratis untuk 1000 pelajar, penyelenggaraan 1000 event, bantuan Rp 50 juta setiap RT per tahun, serta solusi untuk masalah banjir dan kemacetan di Kota Malang.

Wahyu menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kota Malang yang lebih baik dan bersih dari korupsi jika terpilih.

“Tanggung jawab untuk membangun Kota Malang dengan dukungan masyarakat Kota Malang. Kota Malang yang bebas korupsi,” ujar paslon WALI.

Paslon nomor urut 2, Heri Cahyono dan Ganisa Pratiwi Rumpoko (HC-Ganis), memaparkan sembilan program unggulan yang disebut sejalan dengan Trisakti Bung Karno.

Heri Cahyono menyatakan bahwa visi dan misi mereka juga dirancang untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

“Program kami juga selaras untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” jelas paslon HC-Ganis.

Paslon nomor urut 3, Mochamad Anton dan Dimyati Ayatullah (ABADI), juga turut memaparkan visi-misi mereka yang berfokus pada pengembangan Kota Malang sebagai kota yang bermartabat dan nyaman.

Mereka menekankan pentingnya pendidikan tinggi dan fasilitas yang memadai untuk menciptakan generasi emas di Kota Malang.

“Kota bermartabat dan maju, menciptakan generasi emas di kota Malang, tidak ada putus sekolah dan sekolah yang tinggi. Kota yang nyaman harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai,” ungkap Moch Anton.

Debat perdana ini menjadi ajang bagi ketiga paslon untuk menyampaikan pandangan mereka terhadap masa depan Kota Malang, sekaligus menarik perhatian masyarakat menjelang Pilwali 2024.(mg1/lio)