Pemkot Malang Siapkan Skema Jika Presiden di Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU

Presiden RI, Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi SMA Taruna Nusantara pada Selasa (13/1/2025) (Sekretaris Kabinet)
Presiden RI, Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi SMA Taruna Nusantara pada Selasa (13/1/2025) (Sekretaris Kabinet)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menyiapkan sejumlah skema antisipasi apabila Presiden Republik Indonesia, Prabowo hadir dalam rangkaian Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026 mendatang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, Pemkot telah melakukan koordinasi lintas pihak dengan menyiapkan beberapa rencana, termasuk skema alternatif apabila Prabowo benar-benar hadir di Kota Malang.

“Kalau koordinasi memang kita siapkan bahwa Harlah satu abad NU besok dengan persiapan kesiapan presiden. Kita menggunakan plan A, plan B. Seandainya tidak, kita sudah siapkan ini,” ujar Wahyu, Selasa (3/2/2026).

Menurut Wahyu, apabila RI 1 dipastikan hadir, koordinasi akan ditingkatkan, khususnya terkait aspek keamanan dan pengaturan wilayah. Tanggung jawab pengamanan nantinya akan melibatkan unsur TNI dan Polri.

“Seandainya Presiden datang, kita koordinasi lagi lebih tingkat lagi. Karena kalau sudah datang Presiden, nanti tanggung jawab terkait keamanan dan lain-lain akan dikoordinasi oleh Danrem,” katanya.

Ia menjelaskan, koordinasi telah dilakukan untuk menyiapkan alur kedatangan Presiden, termasuk titik-titik lintasan yang akan dilewati serta pengamanan di sepanjang jalur tersebut. Selain itu, Pemkot juga menyiapkan pengondisian jemaah, terutama yang berada di luar Stadion Gajayana.

“Kita sudah koordinasi semua. Mulai dari nanti apabila Presiden datang, nanti melewati titik-titik mana, keamanannya, kemudian juga mengenai jemaah yang harus kita kondisikan,” ucapnya.

Wahyu menyebut kapasitas Stadion Gajayana yang terbatas menjadi perhatian utama dalam pengaturan massa. Stadion tersebut hanya mampu menampung sekitar 25 ribu jemaah, sementara sisanya diperkirakan akan berada di luar area stadion.

“Yang paling banyak kan berada di luar stadion. Karena keterbatasan stadionnya hanya maksimal 25 ribu. Sisanya nanti berada di jalan-jalan sekitar stadion,” katanya.

Untuk mengakomodasi jemaah di luar stadion, Pemkot bersama panitia menyiapkan sarana pendukung berupa layar videotron di sejumlah titik.

“Nanti kita siapkan videotron. Jumlahnya kita koordinasi dengan PWNU. Tapi setiap titik jemaah yang ada, kita siapkan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot juga telah menyiapkan pengaturan waktu kedatangan Presiden agar tidak mengganggu kenyamanan jemaah.

“Rundown-nya mulai jam 6 sampai jam 8 pagi. Kalau sudah terlalu siang, kasihan jemaahnya. Jadi pengondisian jemaah apabila Presiden datang, nanti harus geser ke mana, itu sudah kita siapkan semua,” pungkas Wahyu. (ber/bob)