Kota Malang, blok-a.com – Polisi mendalami kasus perusakan sepeda motor yang diduga milik pebalap liar dalam peristiwa ricuh di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, yang viral di media sosial beberapa waktu lalu. Pendalaman dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmad Aji Prabowo, mengatakan laporan terkait perusakan kendaraan tersebut telah diterima sejak Minggu (22/2/2026). Saat ini, penyidik masih memastikan apakah pemilik sepeda motor merupakan pelaku balap liar atau justru korban yang melintas saat pembubaran berlangsung.
“Terkait laporan tersebut, yang jelas masih kita dalami apakah yang bersangkutan itu memang pelaku balap liar atau korban yang sedang melintas dan menjadi sasaran masyarakat yang akan membubarkan balap liar,” ujarnya.
Dari keterangan sementara, polisi menemukan sepeda motor yang dirusak merupakan motor kontes, bukan kendaraan yang disiapkan khusus untuk balap liar. Meski begitu, penyidik masih menelusuri motif keberadaan pemilik kendaraan di lokasi kejadian.
“Namun ini masih kita dalami apakah motif yang bersangkutan ada di TKP itu memang hanya melintas atau untuk ikut berpartisipasi balap liar,” tambahnya.
Selain mendalami status pemilik kendaraan, polisi juga akan menelusuri tindakan perusakan yang dilakukan warga. Namun, langkah penanganan akan mempertimbangkan situasi dan latar belakang kejadian di lapangan.
Menurut Aji, aksi warga dipicu keresahan karena balap liar yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Karena itu, kepolisian membuka kemungkinan penyelesaian melalui mediasi agar kedua pihak dapat menerima hasil penanganan.
“Terkait pelaku perusakan nanti kita akan dalami. Karena memang sejujurnya pelaku perusakan ini warga masyarakat yang niatnya baik untuk membubarkan balap liar. Tentunya kita akan mengambil kebijakan seperti mediasi atau solusi lain supaya kedua belah pihak bisa saling menerima,” jelasnya.
Sebagai informasi, peristiwa ricuh terjadi pada Sabtu (21/2/2026) dini hari. Berdasarkan keterangan saksi Andhika Surya, lokasi tersebut memang kerap dijadikan arena balap liar. Saat kejadian, balap liar sempat dibubarkan tanpa kekerasan, namun sekitar 10 hingga 15 menit kemudian sebuah sepeda motor datang dan mengegas kendaraan hingga menimbulkan suara bising yang mengganggu warga serta pengemudi ojek online.
Pengendara kemudian dikerumuni massa, sementara sepeda motornya dirusak dan dipindahkan ke gang tembusan untuk menghindari kemacetan. Dalam situasi kerumunan, kendaraan tersebut akhirnya dibawa warga dan dibuang ke sungai. Peristiwa itu terekam video dan viral di media sosial, sementara warga mengaku aksi tersebut dipicu kejengkelan karena balap liar kerap terjadi berulang di kawasan tersebut.








