Kota Malang, blok-a.com – Keterbatasan truk pengangkut sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Hingga kini, jumlah kendaraan operasional dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan layanan di seluruh titik penampungan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 hanya ada tambahan satu unit armada baru yang bersumber dari APBD.
“Di 2026 ada satu penambahan armada. Saat ini total ada 48, tambah 1 jadi 49. Itu dari APBD,” ujar Raymond.
Dengan kondisi saat ini, total armada yang dimiliki DLH berada di angka 48 unit dan akan menjadi 49 unit setelah penambahan. Jumlah tersebut dinilai masih belum ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan di lapangan.
Pasalnya, terdapat sekitar 78 Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersebar di Kota Malang. Idealnya, setiap TPS didukung oleh satu armada pengangkut agar distribusi sampah berjalan optimal.
“Dari 78 TPS, idealnya 1 TPS 1 kendaraan. Kita sekarang ada 48, kurang separuh,” jelasnya.
Keterbatasan tersebut mendorong DLH untuk tidak hanya fokus pada penambahan armada, tetapi juga menguatkan strategi pengurangan sampah dari sumber. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk menekan beban pengangkutan.
Salah satu upaya yang terus didorong adalah menghidupkan kembali peran bank sampah di lingkungan masyarakat. Dari total sekitar 500 hingga 520 unit bank sampah, hanya sekitar 320 yang masih aktif, sementara sisanya tidak lagi beroperasi.
“Tetapi yang aktif itu sekitar 320. 200-an itu yang sudah non-aktif,” paparnya.
DLH pun berharap bank sampah di tingkat RT dan RW dapat kembali aktif sehingga pengelolaan sampah bisa dilakukan sejak awal dan tidak seluruhnya bergantung pada TPS.
“Kita nanti berharap ke depan bank sampah yang ada di RT/RW itu bisa aktif kembali sehingga mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS,” pungkasnya. (bob)








