Musim Kurban Tiba, Bumbu Rendang dan Rawon Laris di Pasar Besar Malang

Laris manis penjual bumbu masakan khas daging kurban di Pasar Besar Malang, Kamis (28/5/2026) (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Laris manis penjual bumbu masakan khas daging kurban di Pasar Besar Malang, Kamis (28/5/2026) (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Aroma bumbu rempah khas masakan kurban mulai mendominasi sudut Pasar Besar Kota Malang menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Penjualan bumbu giling dan bumbu masak jadi pun melonjak tajam karena banyak warga memilih cara praktis mengolah daging kurban.

Salah satu pedagang bumbu giling di Pasar Besar Kota Malang, Haris mengatakan, lonjakan pembeli sudah mulai terasa sejak lima hari sebelum Iduladha atau tepatnya Sabtu (23/5/2026).

“Kalau momen Iduladha seperti ini penjualannya bisa naik sampai 100 persen dibanding hari biasa. Ramainya sudah mulai sejak Sabtu kemarin dan kemungkinan masih terus sampai tiga hari ke depan karena masih suasana hari tasyrik,” ujar Haris kepada blok-a.com, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, tingginya permintaan membuat produksi bumbu harus ditambah drastis. Jika biasanya hanya menggiling sekitar 15 hingga 20 kilogram bawang merah per hari, kini jumlahnya meningkat hingga satu kuintal.

“Kalau normal paling 20 kilogram bawang merah. Sekarang bisa sampai satu kuintal per hari karena banyak pesanan,” katanya.

Beragam jenis bumbu tersedia di lapaknya. Namun selama musim kurban, bumbu rawon, rendang, krengsengan hingga gulai menjadi yang paling banyak diburu pembeli.

Haris menyebut masyarakat kini lebih memilih membeli bumbu siap olah karena dianggap lebih praktis dan hemat waktu.

“Contohnya bumbu rendang, tinggal disangrai, dicampur santan lalu daging dimasukkan. Jadi tidak perlu meracik dari awal,” jelasnya.

Di sisi lain, kenaikan harga bawang dan cabai juga berdampak pada harga jual bumbu. Untuk menyesuaikan biaya produksi, harga per porsi bumbu yang sebelumnya Rp5 ribu kini naik menjadi Rp10 ribu.

“Karena harga komoditas naik, otomatis harga bumbu juga menyesuaikan. Tapi kualitas dan takaran tetap kami jaga,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pembeli asal Sawojajar, Erna mengaku sengaja datang membeli bumbu giling untuk mengolah daging kurban menjadi rendang.

“Kemarin dapat daging kurban dan mau dimasak rendang. Saya beli bumbu Rp20 ribu sudah dapat banyak dan tinggal pakai, jadi lebih praktis,” ujarnya.

Ia mengaku sudah lama menjadi pelanggan di lapak tersebut karena rasa bumbunya dinilai pas dan kualitasnya konsisten.

“Kalau beli bahan sendiri harus meracik satu-satu, sementara harga bahan juga naik. Jadi lebih enak beli bumbu giling karena rasanya sudah cocok,” pungkasnya.