Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang diikuti oleh ratusan driver Gojek di Malang Raya ini pada Jumat (12/6/2026). Dari hasil skrining yang telah diikuti ratusan driver, hipertensi dan diabetes menjadi dua keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan.
Ia mengatakan program pemeriksaan kesehatan tersebut berlangsung selama dua hari dan mendapat antusiasme tinggi dari para mitra pengemudi.
“Hari ini saya cek ke markasnya Gojek untuk melihat driver dari Gojek yang cek kesehatan gratis. Bekerja sama juga dengan Dinas Kesehatan Kota Malang. Selama dua hari, mulai kemarin dan hari ini,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, jumlah peserta yang mengikuti pemeriksaan cukup besar. Pada hari pertama tercatat sekitar 400 pengemudi mengikuti skrining kesehatan, sedangkan pada hari kedua mencapai sekitar 200 orang dan masih berpotensi bertambah.
“Ini adalah satu bukti mereka juga ingin kesehatannya tetap baik dan terpantau, agar dalam melaksanakan tugasnya, pekerjaannya, dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan, Wahyu mengungkapkan sebagian besar pengemudi yang menjalani skrining mengalami tekanan darah tinggi.
“Dari beberapa memang didominasi dengan darah tinggi. Jadi hipertensi. Yang kedua adalah diabetes,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil skrining itu, Wahyu menilai kondisi tersebut tidak lepas dari pola kerja para pengemudi yang sebagian besar menghabiskan waktu di jalan. Selain hipertensi, diabetes juga menjadi temuan yang cukup dominan. Menurut Wahyu, kebiasaan mengonsumsi minuman manis saat menunggu pesanan menjadi salah satu faktor pemicunya.
“Diagnosa juga terkait dengan diabetesnya, ini juga karena mereka yang mungkin menunggu dan lain, banyak minum kopi manis-manis ya. Akhirnya diabetnya. Itu dua yang mendominasi terkait dengan cek kesehatan hari ini dan kemarin,” bebernya.
Sebagai tindak lanjut, pada hari kedua penyelenggara menambahkan layanan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi kondisi kesehatan jantung para pengemudi. Ia berharap hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi peringatan dini bagi para pengemudi untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya.
“Kemudian kita sekarang mendatangkan EKG untuk melihat jantung. Tadi setelah disarankan oleh dokter sampai dengan jam sekian ada 7 orang untuk bisa membuat jantung mereka ini dapat terdeteksi dengan baik,” pungkas Wahyu.
Sementara itu, salah satu mitra pengemudi Gojek asal Lowokwaru, Fahrizal (37), mengaku kegiatan tersebut sangat membantu karena dapat memantau kondisi kesehatan para driver yang sehari-hari bekerja di jalan.
“Ya, bagus untuk mengontrol mitra, ya. Jadi, bentuk kepeduliannya pihak Gojek ke mitranya,” ujar Fahrizal.
Ia menilai pemeriksaan kesehatan sangat penting mengingat pekerjaan pengemudi memiliki mobilitas tinggi. Fahrizal mengaku sebelumnya jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga program tersebut sangat bermanfaat.
“Ya penting, kan bisa memantau kesehatan mitranya seperti apa. Keadaan di jalan yang mitranya seperti apa gitu. Kan kerjanya kita di jalan soalnya,” katanya.
Ke depan, Fahrizal berharap kegiatan serupa bisa digelar secara berkala agar kondisi kesehatan para pengemudi dapat terus dipantau.
“Ya mungkin rutin aja sih diadakan acara seperti ini. Kan sangat membantu, mungkin ada mitra yang membutuhkan terapi atau apa gitu mungkin, ya. Jadi bisa kedeteksi gitu dengan acara seperti ini,” pungkasnya. (yog)








