‘Makanan Beneran Gratis’ di Depan DPRD Kota Malang, Sindiran untuk Program MBG

Sebagian massa aksi demo di depan DPRD Kota Malang membuka posko logistik (foto: Blok-a.com/Bob Bimantara)
Sebagian massa aksi demo di depan DPRD Kota Malang membuka posko logistik (foto: Blok-a.com/Bob Bimantara)

Kota MalangBlok-a.com – Di tengah aksi demonstrasi Aliansi Malang BerGerak (MBG) di depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (17/6/2026), sebuah posko logistik mendadak mencuri perhatian massa. Bukan hanya karena membagikan ratusan porsi makanan gratis, tetapi juga karena pesan satir yang dibawanya: “makanan beneran gratis”.

Posko yang berdiri di sisi area aksi tersebut menjadi tempat persinggahan mahasiswa untuk mengambil nasi kotak, minuman, buah-buahan hingga aneka camilan. Seluruh logistik yang tersedia disebut berasal dari urunan masyarakat tanpa menggunakan anggaran negara sepeser pun.

Narasi itu sengaja dimunculkan sebagai bentuk kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu isu utama dalam demonstrasi mahasiswa hari itu.

Perwakilan Donatur Kolektif, Azelia, mengatakan pihaknya kembali membuka posko logistik setelah sebelumnya juga mendukung aksi mahasiswa pada Senin (15/6/2026).

“Jadi ini kali kedua kami ada di sini. Kemarin hari Senin kami juga sudah support aksi yang dilakukan sama teman-teman. Dan hari ini karena ada aksi lagi, kami juga mendirikan posko logistik,” ujar Azelia.

Menurutnya, seluruh kebutuhan logistik berasal dari donasi masyarakat yang dihimpun melalui media sosial. Bantuan terus berdatangan sejak pagi, mulai dari makanan, minuman hingga berbagai jenis jajanan.

“Ini semua biayanya murni dari donasi teman-teman. Kami posting di Instagram dan Threads, kemudian banyak yang ikut bantu. Kirim makanan, minuman, sampai kue. Dari tadi enggak berhenti yang kirim ke basecamp kami di Soekarno-Hatta dan juga ke posko di sini,” ungkapnya.

Untuk aksi kali ini, relawan menyiapkan sekitar 200 porsi nasi kotak lengkap dengan minuman, buah-buahan, snack, serta jajanan pasar yang terus berdatangan dari para donatur.

“Nasi kotak kita sediakan sekitar 200 porsi. Kemudian minuman, buah, snack juga ada banyak. Masih ada yang akan datang juga seperti jajanan pasar dan donat,” katanya.

Azelia menjelaskan, keberadaan posko tersebut merupakan bentuk dukungan kepada mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi di jalanan.

“Mereka sudah berorasi menyampaikan aspirasi. Nah kami punya tenaga, waktu, dan finansial untuk membantu menyediakan makanan dan minuman untuk mereka,” tuturnya.

Ia juga tidak menampik bahwa konsep makanan gratis yang dibagikan kepada peserta aksi memang membawa pesan kritik terhadap program MBG pemerintah.

“Oh iya, benar. Kemarin hari Senin kami tempel tulisan-tulisan seperti ‘Ini dari rakyat untuk rakyat’ dan ‘makanan beneran gratis’. Itu memang sindiran untuk pemerintah,” tegasnya.

Menurut Azelia, seluruh makanan yang dibagikan berasal dari solidaritas masyarakat. Karena itu, mereka ingin menunjukkan bahwa gerakan gotong royong warga juga mampu menyediakan bantuan secara langsung kepada masyarakat tanpa bergantung pada program pemerintah.

Sindiran tersebut sejalan dengan salah satu tuntutan yang dibawa Aliansi Malang BerGerak dalam demonstrasi. Massa mendesak pemerintah mengevaluasi bahkan menghentikan Program Makan Bergizi Gratis apabila terbukti tidak efektif, tidak tepat sasaran, dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hingga aksi berlangsung, posko logistik terus dipadati mahasiswa yang datang silih berganti. Sementara berbagai bantuan dari masyarakat masih terus berdatangan sebagai bentuk dukungan terhadap aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Malang. (bob)