Bagaimana Mahasiswi di Kota Malang Bisa Termakan Bujuk Rayu Senior untuk Berhubungan Intim Lalu Ditinggalkan

Ini Ciri-Ciri Mahasiswa di Malang yang Biasa Modus Ajak Mahasiswi untuk Bercumbu saja Tanpa Komitmen
Ilustrasi hubungan asmara (foto : SKATA)

 

Kota Malang, Blok-a.com – Modus mahasiswa senior yang mengincar mahasiswi junior bak membayangi. Mereka mengincar mahasiswi hanya untuk sekadar berhubungan intim tanpa adanya ikatan cinta. Setelah berhubungan kebanyakan ditinggalkan dan hasilnya adalah depresi bagi sang mahasiswi.

Kebanyakan mahasiswi yang termakan bujuk rayu itu adalah mahasiswi yang kehilangan sosok ayah dalam hidupnya.

Salah satunya adalah Mawar, nama disamarkan, yang merupakan korban rayuan maut itu memang tidak dekat dengan sosok ayah. Berdasarkan berita sebelumnya, Mawar sempat termakan rayuan maut oleh kakak tingkatnya untuk menginap berdua di Songgoriti.

“Sama ayah itu nggak dekat. Dia kerja terus dan lembur. Jadi hanya sama ibu,” kata Mawar.

Kuliah merantau merupakan salah satu bentuk pelariannya untuk jauh dari rumah. Bukan tanpa sebab, di rumah banyak pertengkaran terjadi. Sang ayah banyak beradu mulut dengan sang ibu. Sehingga, sang ayah lebih memilih menghabiskan waktu di luar rumah dan pulang larut ketika sang ibu sudah tidur. Cekcok di rumah juga menyebabkannya tidak dekat dengan sang ayah.

“Canggung aja. Meski ga kena marah tapi kan gaenak aja suasananya gitu. Kalo sama ibu juga ya lumayan dekat tapi dia banyak pingin aku kayak gini gitu jadi ga semua aku ceritain,” beber mahasiswa baru ini.

Tuntutan dari sang ibu tidak bisa dibagikan kepada siapa saja. Mawar khawatir apabila membagikan pada teman-temannya justru akan memperburuk situasi. Pasalnya, Mawar menyadari bahwa tidak semua teman perempuan peduli padanya. Mawar menganggap, mereka hanya ingin tahu dan menyebarkannya ke orang lain, bukan untuk menolong Mawar.

Sementara itu, Mawar lebih mudah dan nyaman bercerita dengan laki-laki. Termasuk, sang kakak tingkat yang pernah dianggapnya peduli dan mau menerima Mawar apa adanya. Sayangnya, rasa cinta Mawar bertepuk sebelah tangan karena sang kakak tingkat tidak mengaku bahwa sudah memiliki kekasih.

Selain Mawar, masih banyak mahasiswa baru lain yang pernah hampir termakan bujuk rayu.

“Kan ada di tiktok gitu curhat-curhat atau Twitter itu kan kiriman anak-anak kampus. Di kelas aku aja 5 atau 6, ngakunya ya, dia ga akrab sama ayahnya,” kata mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Malang ini.

Sementara itu, hal itu juga dibenarkan oleh psikolog, Romi Anshorulloh. Dia pun pernah memiliki pasien demikian. Dari data pasien yang pernah ia tangani memang 9 dari 10 kasus merupakan mahasiswi yang tidak mempunyai sosok ayah.

Mahasiswi ini ditinggal kekasihnya karena alasan yang tidak jelas. Padahal, mahasiswi itu sudah memberikan semuanya termasuk berhubungan intim karena termakan bujuk rayu.

“Istilahnya fatherless, yakni mereka yang kosong figur ayah,” jelas Romi, pada (11/9/2024).

Fatherless tidak harus menjadi seorang anak yatim. Namun, sosok ayah yang tidak banyak berkomunikasi, peduli, dan dekat dengan sang putri juga bisa dikategorikan fatherless.

“Seperti ayah yang di rumah cuma main HP, jarang ngobrol, tidak peduli. Nah itu bisa menciptakan ruang kosong bagi anak,” beber Kabid BPOK Asosiasi Psikologi Islam wilayah Jawa Timur ini.

Dalam beberapa kasus, kurangnya figur sosok ayah ini juga ditemukan pada anak broken home. Kemudian, juga ditemukan pada anak yang tidak pernah dinafkahi oleh sang ayah.

Kasus juga bisa terjadi pada mahasiswi yang memilih merantau untuk kuliah dan jauh dari sang orang tua.

Beberapa kasus juga terjadi karena sosok ayah yang dinilai tidak bisa membuat sang anak merasa terlindung. Sehingga, beberapa mahasiswi meminta perlindungan dari sang kekasih.

Sosok inner child yang ingin dilindungi itu kemudian menumbuhkan rasa ingin dimanjakan bak anak kecil dan disayang.

“Jadi di masing-masing diri kita ada yang namanya innerchild ya. Kalau tidak tumbuh dewasa seperti tubuhnya dia perlu disayang, dipeluk, dibelikan permen contohnya. Nah itu apabila menjadi obsesi maka akan menjadikan dia lengah untuk disentuh dengan orang asing,” bebernya.

Ciri-ciri sosok yang mudah termakan bujuk rayu adalah mudah merasa kagum dengan hal kecil. Dia juga akan mudah terpikat dengan pesona seorang laki-laki. Selain itu, sosok tersebut juga sangat sulit berpegang teguh pada pendirian.

“Banyak kasus yang beraneka ragam ya. Tapi semuanya berawal dari pola asuh bawaan. Sehingga mahasiswi ini tidak bisa re-parenting diri mereka masing-masing,” tutup Romi. (wdy/bob)