Mengenal Istilah Hikikomori yang Nge-trend di Komunitas Wibu Kota Malang

Mengenal Istilah Hikikomori yang Nge-trend di Komunitas Wibu Kota Malang
Ilustrasi Wibu Kota Malang (blok-a/Widya Amalia)

Kota Malang, Blok-a.com – Buat warga Kota Malang yang wibu, istilah hikikomori sudah bukan lagi hal asing. Kegiatan hikikomori sendiri sudah sering dilakukan oleh komunal wibu yang ada di Kota Malang.

Istilah hikikomori ini sendiri sebenarnya lahir dari Jepang. Yakni artinya secara harfiah adalah menarik diri. Hal itu diungkapkan oleh salah satu pendiri komunitas penggemar Jepang, The Mora Seekers, Reyhan.

“Arti harfiahnya itu menarik diri, mengurung diri. Jadi ini fenomena di kalangan remaja atau dewasa muda di Jepang yang menarik diri dan mengurung diri dari kehidupan sosial,” ujar dia, pada (28/11/2023).

Hikikomori sendiri dalam prakteknya di dunia nyata mampu mengisolasi diri dari sosial cukup lama. Bisa jadi, rata-rata yang ditemui Reyhan, pelaku hikikomori bisa mengisolasi diri selama lebih dari 6 bulan. Biasanya, para pelaku akan bekerja, menonton anime, mengerjakan hobi, makan dan tidur di kamar. Hanya keluar kamar ketika buang air kecil dan besar. Sementara, untuk mandi, masih jarang ditemukannya pelaku hikikomori yang menjaga kebersihan.

“Wah kalau mandi sih udah untung. Itu ada keajaiban sampe kalo orang hikikomori mandi,” kelakarnya.

Menurut Reyhan, kebanyakan penyebab teman-temannya melakukan hikikomori adalah karena lelah bertemu dengan manusia. Hal itu dikarenakan, kebanyakan mereka merasa sangat lelah setelah bersosialisasi. Ada juga yang mengurung diri karena lelah ditanya kapan dia akan melangsungkan pernikahan.

Usianya sendiri beragam. Ada yang di usia 17 hingga 20 tahun, ada lagi di usia 30 tahun ke atas. Mereka semua ada yang hidup bersama orang tua, saudara, kawan sebaya, namun ada pula yang memang sudah mandiri hidup sendiri.

Dampaknya pun beragam bagi sang pelaku hikikomori. Ada yang masih bisa bersosialisasi dengan normal setelah mengurung diri dengan teman-teman sebayanya. Namun, beberapa sudah tidak bisa lagi. Bahkan, beberapa dari mereka sudah tidak ingin untuk bertemu dengan manusia.

“Jadi kalau mau kabar-kabar atau ngobrol ya lewat Discord, itu kayak aplikasi media sosial komunitas gaming. Server kita kan di situ nah nanti kita masih bisa pantau dan ngobrol ni sama orang-orang itu,” pungkas penggemar Ayaka Genshin Impact ini. (mg2/bob)