Bapak Cabuli Anak Kandungnya Satu Tahun Sampai Jadi Rahasia Umum Satu Kampung di Tumpang Malang

MS (47), warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang sebagai pelaku pencabulan anak kandungnya. (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
MS (47), warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang sebagai pelaku pencabulan anak kandungnya. (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – MK (23) gadis asal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang jadi korban pencabulan oleh ayah kandungnya sendiri.

Pencabulan yang dilakukan di dalam di rumah di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang itu dilakukan sejak tahun 2022 lalu

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan, kasus asusila oleh ayah kandung tersebut diketahui atas laporan korban di Polsek Tumpang, yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Malang.

Dari hasil pemeriksaan kata Gandha, tindakan asusila tersebut telah menjadi rahasia umum di kampung halaman tersangka. Namun, sempat ada ketidakberanian dari korban untuk melaporkan perkara tersebut ke pihak kepolisian.

“Terungkapnya, adanya laporan dari polsek bahwa msyarakat di Desa Jeru akan lakukan kegiatan penyamapaian aspirasi. Ternyata kasus ini sudah jadi rahasia umum, namun disini anaknya kurang berkenan melapor. Karena berpikir bagaimana kelangsungan keluarga. Setelah edukasi perangkat desa akhirnya berani melapor,” ujar Gandha saat pres rilis, Selasa (5/12/2023).

Setelah dilakukan pemeriksaan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, akhirnya meringkus dan menetepkan MS sebagai tersangka atas pencabulan anak kandungnya.

Dari hasil penyelidikan, Gandha mengatakan, motif tersangka pencabulan hanya untuk mencari kepuasan sesaat. Dengan modus masuk ke kamar korban saat posisi rumah dalam keadaan sepi.

“Tersangka masuk ke dalam kamar anak kandungnya, kemudian menggerayangi tubuh korban. Setelah korban terbangun, tersangka memaksa korban untuk berbuat onani hingga tersangka mengeluarkan sperma,” ujar Gandha.

Dalam perbuatannya, pelaku mengaku telah melakukan hal bejat tersebut beberapa kali, saat istri tersangka alias ibu korban lengah.

“Tersangka ini menunggu waktu untuk melampiaskan nafsunya, ketika istri tidak ada di rumah atau tidur. Atau pas istri tersangka lengah atau pergi ke pasar,” bebernya.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka juga sempat melakukan ancaman terhadap korban agar tidak melaporkan kelakuan tidak senonoh itu kepada orang lain termasuk ibu kandungnya.

“Awalnya ada ancaman hingga tiga kali, kemudian perbuatan selanjutnya tidak ada lagi ancaman. Tapi tidak sampai melakukan persetubuhan, korban hanya digerayangi. Kemudian disuruh masturbasi atau onani,” jelasnya.

Atas perbuatannya, MS dijerat dengan Pasal 46 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Junto Pasal 6 huruf A dan B Undang-undang 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. (ptu/bob)