Modus Tawari Cincau Gratis, Pria Asal Banten Lecehkan Bocah di Pakisaji Malang

Kasatreskrim Polres Malang bersama jajaran, menyampaikan rilis terkait tindak pelecehan pedagang cincau terhadap bocah di Pakisaji, Kabupten Malang. (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Kasatreskrim Polres Malang bersama jajaran, menyampaikan rilis terkait tindak pelecehan pedagang cincau terhadap bocah di Pakisaji, Kabupten Malang. (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Terjadi tindak pelecehan yang dilakukan oleh penjual cincau kepada anak di bawah umur di Pakisaji, Kabupaten Malang. Aksi bejat tersebut terekam kamera CCTV dan sempat viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu.

Mengetahui unggahan rekaman CCTV tersebut, orang tua korban atas nama AA (9), warga Pakisaji, Kabupaten Malang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang pada Jumat (24/11/2023).

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat langsung melakukan penyelidikan guna menangkap tersangka pelecehan.

“Alhamdulillah untungnya berkat peran serta masyarakat juga atas viralnya video tersebut juga penyidik, serta rekan-rekan Polsek Pakisaji, kami mampu mengungkap perkara ini dengan cepat sekarang hari Sabtu. Artinya, belum sampai 24 jam” ujar Gandha di hadapan awak media, Sabtu (25/11/2023).

Dari hasil pemeriksaan, diketahui tersangka atas nama Kasro Tanwibawa (49), warga Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Banten, Jawa Barat, telah berjualan sejak 11 tahun yang lalu di wilyah Pakisaji.

“Yang bersangkutan tinggal berjauhan dengan istri, karena istrinya tinggal di Banten. Sedangkan tersangka kos di daerah Desa Glanggang, Pakisaji,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gandha menerangkan terkait modus yang dilakukan oleh tersangka untuk melancarkan aksinya, yakni dengan menawarkan es cincau secara gratis kepada korban dan satu temannya. Kala itu keduanya tengah asik bermain sepatu roda di halaman rumah korban.

“Modus yang diterapkan atau yang dilakukan oleh tersangka ini adalah memberikan es cincau gratis kepada korban, sehingga korban terbujuk rayu dan lengah kemudian pada saat itulah kesempatan tangannya mengerayangi (meraba) korban,” jelasnya.

Dibeberkan Gandha, cara tersangka melecehkan korban yakni dengan meraba bagian dada korban.

Sementara itu, dari rekaman CCTV yang ada, korban juga terlihat sempat melakukan perlawanan.

“Tersangka juga sempat memfoto-foto korban dengan menggunakan Handphone,” bebernya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 Jo Pasal 76E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang – undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar,” pungkasnya. (ptu/lio)