5 Rekomendasi Rawon Legendaris dan Lezat di Kota Malang, Wajib Mampir! 

Source: malangterkini.pikiran-rakyat.com

Kota Malang, blok-a.com – Malang tidak hanya dikenal sebagai kota wisata dengan udaranya yang sejuk, tetapi juga sebagai surganya kuliner Jawa Timur yang lezat. Salah satu kuliner yang wajib dicicipi saat berada di kota ini adalah rawon. 

Sajian sup daging sapi dengan kuah hitam kental berbahan dasar kluwek, menciptakan cita rasa yang unik dan lezat. Dengan perpaduan rempah yang kaya, aroma yang harum, dan cita rasa yang kuat, rawon menjadi sajian yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga meninggalkan kesan yang mendalam bagi para pecinta kuliner Indonesia.

Sejak dulu, rawon telah menjadi bagian dari identitas kuliner Jawa Timur, termasuk di Malang. Di kota ini, beberapa tempat menyajikan rawon dengan kelezatan yang tak tertandingi dan sering disebut sebagai rawon legendaris. Tak lain karena cita rasanya yang otentik dan konsisten. 

Tidak hanya soal rasa, rawon legendaris di Malang ini juga memiliki cerita dan sejarah panjang yang turut membangun eksistensinya hingga kini. Tak heran, banyak wisatawan dari luar kota yang rela datang jauh-jauh hanya untuk menikmati semangkuk rawon di kota ini.

Jika kalian sedang berada di Malang atau berencana untuk berkunjung, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba rawon legendaris yang menjadi favorit warga lokal dan wisatawan dari berbagai daerah.

 Berikut ini beberapa rekomendasi tempat makan rawon di Kota Malang yang terkenal lezat dan legendaris, mulai dari warung yang sudah berdiri puluhan tahun hingga yang menjadi favorit wisatawan.

 

1. Rawon Brintik

Malang memiliki rumah makan rawon tertua yang sudah berdiri sejak zaman kolonial. Rumah makan ini dikenal dengan nama Rawon Brintik. Rumah makan ini didirikan oleh Napsiah sejak tahun 1942, saat Indonesia masih dikuasai Jepang.

Sekarang, rumah makan ini dikelola oleh Ibu Hj. Maslichah (generasi ketiga) dan Arif Fadilah (generasi keempat) di Rawon Brintik. Rumah makan ini terletak di sebuah bangunan yang sudah berusia puluhan tahun. Menu utamanya tentu saja rawon yang disajikan langsung dengan nasi.

Kuah Rawon Brintik memiliki tekstur kental dan warna hitam pekat yang berasal dari campuran kluwek, memberikan rasa gurih dengan sedikit sentuhan pahit. Daging sapi dalam hidangan ini dipotong dengan ukuran tertentu, empuk, dan menyerap bumbu secara merata.

Alamat: Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 39, Sukoharjo, Kecamatan Klojen,  Kota Malang.

Harga: Mulai Rp27.500

Jam buka: 05.00 – 16.00 WIB

 

2. Rawon Tessy

Rawon Tessy di Kota Malang adalah salah satu warung rawon yang terkenal di kalangan warga lokal dan wisatawan. Terletak di kawasan Suhat (Soekarno-Hatta), tempat ini dikenal dengan cita rasa rawonnya yang kuat dan kuah hitam pekat yang penuh rempah, menciptakan aroma khas yang menggugah selera.

Salah satu daya tarik utama dari Rawon Tessy adalah daging sapinya yang empuk dan berukuran besar, berpadu dengan kuah kluwek yang kental, menghasilkan rasa gurih dan sedikit manis.

Tempat ini sering dipadati pengunjung, terutama pada malam hari, karena buka hingga larut malam dan menjadi pilihan bagi mereka yang mencari kuliner malam di Malang.

Alamat: Jalan Trunojoyo, Klojen, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Harga: Mulai Rp20.000

Jam buka: 07.00 – 22.00 WIB

 

3. Rawon Rampal

Rawon Rampal sudah ada sejak tahun 1957 dan selalu menjadi favorit warga Malang maupun wisatawan dari luar Malang. Apalagi kuliner ini sangat cocok untuk sarapan atau makan siang. Rawon Rampal selalu ramai pengunjung.

Lokasinya juga dekat dengan Stasiun Kota Malang dan hanya beberapa meter dari Lapangan Rampal. Oleh karena itu, kuliner ini dikenal dengan nama Rawon Rampal yang didirikan oleh pasangan suami istri Sangadi dan Sariah. Dan kini dilanjutkan oleh anak dan keluarga mereka.

Kuah mentah di Rawon Brintik masih dimasak secara tradisional menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, yang diyakini dapat mempertahankan cita rasa khas dan autentik, begitu pula dengan bumbu-bumbu yang digunakan dalam racikan rawonnya.

Pengunjung dapat memilih penyajian nasi dan kuah rawon yang dicampur atau disajikan terpisah. Kuah rawon yang gurih dan aromatik ini memiliki cita rasa yang umumnya sesuai dengan selera banyak orang. Dagingnya bertekstur lembut dan empuk saat digigit. Selain rawon, tersedia juga lauk lain seperti empal, babat, paru, dan otak sebagai pelengkap.

Alamat: Jalan Panglima Sudirman Nomor 71A, Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Harga: Mulai Rp20.000

Jam buka: 07.00 – 14.00 WIB

 

4. Rawon Nguling

Warung Rawon Nguling juga tak kalah legendaris di Malang, karena sudah buka sejak tahun 1982. Daya tarik utama rawon di sini adalah kuahnya yang gurih dan lezat. Selain itu, pengunjung juga bisa memilih sendiri lauk pauknya seperti tempe, mendol, aneka sate, perkedel, babat, paru, dan lain-lain.

Salah satu ciri khas lain dari Rawon Nguling adalah porsinya yang sangat melimpah, membuat pengunjung menjadi merasa puas setelah menyantap seporsi rawon. Selain itu, harga yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri, menjadikan Rawon Nguling sebagai pilihan favorit baik bagi warga lokal maupun wisatawan.

Alamat: Jalan Zainul Arifin No. 62, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Harga: Mulai Rp10.000

Jam buka: 07.00 – 15.30 WIB

 

5. Rawon Djenggot

Berdiri sejak tahun 1970-an, Rawon Djenggot merupakan salah satu kedai rawon legendaris di Malang. Rawon Djenggot menawarkan beragam menu lezat untuk dicoba, seperti Nasi Rawon, Nasi Soto Daging, Nasi Campur Lodeh, Nasi Campur Bali, dan Soto Ayam.

Rawon Djenggot juga disajikan dengan berbagai pelengkap, seperti tauge segar, sambal terasi, dan nasi putih hangat.  Tempat ini telah menarik perhatian banyak pengunjung, baik dari kalangan warga lokal maupun wisatawan yang datang dari luar kota.

Rawon Djenggot juga menawarkan lauk pauk tambahan seperti Telur Asin, Empal, Babat, Udang, dan Telur Ceplok sebagai menu tambahannya. 

Alamat: Jalan Simpang Kawi No. 1, Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Harga: Mulai Rp25.000

Jam buka: Senin- Sabtu 07.00 – 00.00 WIB (Kamis libur) & Minggu 10.00 – 00.00 WIB

 

Penulis: Tegar Putra F (Mahasiswa Magang UTM)