Kota Malang, blok-a.com – Kondisi Bundaran Pattimura di Kota Malang yang rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan mendapat perhatian dari anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi.
Arief meninjau langsung kondisi pulau jalan yang berada di pertemuan Jalan Pattimura dan Jalan Diponegoro tersebut, Selasa (22/9/2026) siang.
Dari hasil peninjauan, kondisi bundaran terlihat tidak terawat. Keberadaannya yang kurang terlihat oleh pengendara juga disebut menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan di lokasi tersebut.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang ini mengatakan, pihaknya akan mengusulkan penataan kembali Bundaran Pattimura dalam pembahasan APBD Kota Malang 2027.
Salah satu usulan yang akan dibawa adalah pembangunan patung singa sebagai landmark di kawasan tersebut.
“Kalau usulan yang lama itu diberi patung singa. Dan bagus memang. Nanti coba saya usulkan juga mumpung APBD 2027 baru dibahas, kita masukkan saja,” kata Arief.
Menurutnya, usulan pembangunan patung singa tersebut juga berasal dari masyarakat. Selain mempercantik kawasan, patung singa dinilai dapat menjadi salah satu landmark Kota Malang.
“Karena itu usulan dari bawah. Usulan dari bawah sebagai landmark Kota Malang lah, singa. Landmark-nya Kota Malang,” ujarnya.
Arief menyebut penataan bundaran juga berkaitan dengan aspek keselamatan pengguna jalan. Kondisi pulau jalan yang rusak dan kurang terlihat disebut telah beberapa kali menyebabkan kendaraan menabrak bagian bundaran.
“Salah satunya karena itu enggak kelihatan kan, pulau jalan yang sudah rusak sehingga beberapa kali terjadi kecelakaan di sana,” jelasnya.
Untuk penataan tersebut, Arief menyebut akan berkoordinasi dengan dua organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
Menurutnya, Disbudpar dapat menangani bagian pulau jalan, sementara DLH berkaitan dengan penataan taman.
“Itu DLH dan Disbud. Karena kalau pulau jalannya kan Disbud, tetapi untuk tamannya kan bisa ke DLH. Nanti kita kolaborasikan keduanya, masuknya ke mana enggak jadi masalah,” katanya.
Arief memastikan usulan tersebut diarahkan untuk pembahasan APBD 2027. Saat ini, proses pembahasan anggaran tersebut telah berjalan setelah tahapan KUA-PPAS selesai.
“Ini kan proses pembahasan, KUA-PPAS sudah selesai. Berarti nanti kita usulkan ketika kita membahas R-APBD 2027,” ujarnya.
Ia menambahkan, penataan Bundaran Pattimura akan dibawa sebagai usulan masyarakat sekaligus berdasarkan kebutuhan di lapangan.
“Saya sendiri kan sudah sering lewat situ, memang itu butuh,” imbuhnya.
Sebelumnya, kondisi Bundaran Pattimura juga menjadi perhatian warga sekitar. Pulau jalan tersebut disebut kerap menjadi lokasi kendaraan menabrak bagian bundaran karena keberadaannya kurang terlihat.
Warga juga telah mengusulkan pembangunan monumen singa di lokasi tersebut. Bahkan, desain monumen disebut telah dibuat secara mandiri sebagai bagian dari upaya mendorong penataan kembali Bundaran Pattimura. (bob)








